“Suhu udara yang panas ini memicu penguapan yang tinggi. Akibat penguapan intensif tersebut, massa udara basah naik secara vertikal dengan cepat dan membentuk awan-awan konvektif yang menjulang tinggi (awan Cumulonimbus),” jelasnya.
Selain faktor pemanasan lokal, Maria menyebut hujan yang terjadi di wilayah Manggarai Barat juga dipengaruhi dinamika atmosfer jangka pendek, baik dalam skala harian maupun mingguan.
Dinamika tersebut dapat meningkatkan pasokan massa udara basah di sekitar Flores sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Terpantau adanya daerah pertemuan angin di Manggarai Barat yang memicu penumpukan massa awan-awan hujan,” ujar Maria.
Hujan Belum Menandakan Musim Hujan Menetap
Maria menegaskan, hujan yang terjadi selama dua hari terakhir belum dapat diartikan sebagai tanda bahwa musim hujan telah dimulai secara menetap di Manggarai Barat.
Menurut dia, kondisi cuaca pada masa pancaroba masih cenderung berubah-ubah. Masyarakat dapat mengalami hujan seharian, kemudian beberapa hari berikutnya kembali cerah atau tidak turun hujan.





Tinggalkan Balasan