LABUANBAJOVOICE.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Komodo mengeluarkan prakiraan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Labuan Bajo, Perairan Taman Nasional Komodo, serta Selat Sape yang berlaku pada 16–18 Juni 2026.

Berdasarkan prakiraan tersebut, kondisi gelombang laut di sejumlah perairan strategis di Kabupaten Manggarai Barat dan sekitarnya masih berada pada kategori rendah hingga sedang.

Meski demikian, BMKG mengingatkan para pengguna transportasi laut, nelayan, dan operator wisata bahari agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Komodo, Maria Patricia Christin Seran menyampaikan bahwa aktivitas pelayaran dan wisata bahari masih dapat berlangsung, namun seluruh pihak harus memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru sebelum melakukan perjalanan laut.

“Masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal wisata, dan pengguna jasa transportasi laut diharapkan terus memantau informasi cuaca maritim yang kami keluarkan secara berkala,” ujar Maria, Senin (15/6/2026).

“Kondisi gelombang memang relatif kondusif, namun peningkatan kecepatan angin dan perubahan arus laut dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga kewaspadaan tetap diperlukan,” tambahnya.

Gelombang Labuan Bajo Relatif Kondusif

Di Perairan Labuan Bajo, tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 0,6 meter pada 16 Juni 2026.

Kondisi tersebut kemudian menurun menjadi 0,4 hingga 0,5 meter pada 17 Juni dan berada di kisaran 0,4 meter pada 18 Juni 2026.

Kondisi ini dinilai cukup mendukung aktivitas pelayaran lokal maupun wisata bahari yang menjadi salah satu sektor utama perekonomian Labuan Bajo.

Taman Nasional Komodo Alami Peningkatan Gelombang

Sementara itu, perairan di kawasan Taman Nasional Komodo menunjukkan tren peningkatan tinggi gelombang selama periode prakiraan.
Pada 16 Juni, gelombang diprediksi berada pada kisaran 0,7 hingga 0,8 meter.

Selanjutnya meningkat menjadi 0,7 hingga 0,9 meter pada 17 Juni dan mencapai 0,9 hingga 1,1 meter pada 18 Juni 2026.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian khusus bagi kapal wisata yang melayani rute destinasi populer seperti Pulau Padar, Pulau Komodo, Pulau Rinca, maupun sejumlah titik snorkeling dan diving.

“Karakteristik perairan di kawasan Taman Nasional Komodo memiliki arus yang cukup kuat dan dinamis. Karena itu, nakhoda kapal perlu memperhatikan kondisi pasang surut laut yang dapat memengaruhi kecepatan serta arah arus secara mendadak,” kata Kepala BMKG Komodo.

Selat Sape Selatan Berpotensi Gelombang Tertinggi

BMKG juga mencatat bahwa wilayah Selat Sape bagian selatan berpotensi mengalami gelombang tertinggi dibandingkan wilayah lainnya selama periode prakiraan.

Pada 16 Juni, tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,9 hingga 1,1 meter. Kondisi tersebut meningkat menjadi 0,9 hingga 1,2 meter pada 17 Juni dan bertahan di kisaran 1,1 hingga 1,2 meter pada 18 Juni 2026.

Sementara di Selat Sape bagian utara, tinggi gelombang relatif stabil pada rentang 0,5 hingga 0,7 meter sepanjang periode prakiraan.

BMKG menilai kondisi tersebut masih berada dalam kategori aman untuk pelayaran skala kecil hingga menengah, namun tetap memerlukan kehati-hatian terutama saat terjadi hembusan angin kencang atau perubahan cuaca mendadak.

BMKG Keluarkan Imbauan Keselamatan

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Komodo mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut, nelayan, operator kapal wisata, serta masyarakat pesisir untuk tetap memperhatikan aspek keselamatan selama beraktivitas di laut.

Selain mewaspadai potensi gelombang sedang dan peningkatan kecepatan angin sesaat (gust), para nakhoda juga diminta memperhatikan jadwal pasang surut laut karena dapat memicu perubahan arah dan kecepatan arus secara tiba-tiba.

Dengan memasuki periode musim angin timur, masyarakat diminta rutin memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi BMKG guna mengantisipasi risiko yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran maupun aktivitas wisata bahari di kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.**