LABUANBAJOVOICE.COM – Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Manggarai Timur, Bona Jemarut, menegaskan bahwa laporan pertanggungjawaban keuangan partai telah diterima oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Nusa Tenggara Timur dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Pernyataan tersebut disampaikan Bona dalam keterangan resmi yang diterima media pada Kamis siang, 11 Juni 2026, sebagai penjelasan lanjutan terkait polemik transparansi pengelolaan dana partai yang sebelumnya menjadi sorotan publik.
Menurut Bona, laporan penggunaan keuangan DPC PKB Manggarai Timur telah dipertanggungjawabkan secara terbuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB yang digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada April 2026.
“Pertanggung jawaban tertinggi sudah dilakukan secara terbuka oleh DPC di arena MUSCAB di Labuan Bajo. Laporan itu sudah diterima by DPW dan DPP,” kata Bona dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, Muscab tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris DPW PKB NTT, Kaharudin, serta dihadiri perwakilan DPP PKB, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim.
“Muscab bulan April di Labuan Bajo dipimpin langsung oleh Sekretaris DPW Pa Kahar dan dihadiri oleh DPP Gus Halim,” ujarnya.
Bona menegaskan bahwa seluruh laporan keuangan yang disampaikan dalam forum Muscab telah diterima tanpa adanya keberatan ataupun persoalan dari pihak DPW maupun DPP PKB.
“Semua pertanggung jawaban keuangan DPC sudah diterima dan tidak ada persoalan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Bona juga menyampaikan ucapan selamat kepada Yohanes Rumat yang kembali dipercaya memimpin DPC PKB Manggarai Timur untuk periode 2026–2031.
“Sekalian sampaikan ucapan PROFICIAT untuk pa Yohanes Rumat sebagai Ketua DPC PKB 2026 – 2031,” ujarnya.
Pernyataan terbaru Bona muncul setelah sebelumnya ia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses pengelolaan keuangan partai selama menjabat sebagai Bendahara DPC PKB Manggarai Timur dan anggota DPRD Manggarai Timur periode 2019–2024.
Saat itu, Bona mengungkapkan dirinya tidak mengetahui proses pencairan, penggunaan maupun pelaporan dana partai yang berasal dari bantuan keuangan pemerintah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), termasuk dana yang bersumber dari Fraksi PKB di DPRD.
“Jujur saja, untuk Manggarai Timur saya selaku bendahara juga tidak pernah terlibat, sehingga saya tidak bisa menjelaskan bagaimana penggunaannya. Laporannya juga saya tidak terlibat. Itu lebih ke sekretariat DPC,” kata Bona.
Ia menjelaskan bahwa sumber pendanaan partai umumnya berasal dari bantuan keuangan partai politik yang diberikan pemerintah dan kontribusi dana fraksi di DPRD.
Namun, menurutnya, seluruh dana tersebut dikelola melalui rekening DPC sehingga dirinya tidak mengetahui secara rinci jumlah maupun penggunaannya.
“Dua-duanya. Dana parpol maupun dana fraksi. Karena itu semua masuk ke rekening DPC. Sehingga penggunaannya juga saya tidak pernah terlibat. Saya mau jelaskan laporannya juga tidak bisa karena saya tidak pernah tahu,” ujarnya.
Bona juga mengaku selama lima tahun menjadi anggota DPRD Manggarai Timur, dirinya tidak pernah memperoleh informasi terkait besaran bantuan keuangan partai yang diterima dari pemerintah maupun mekanisme pencairan dan pelaporannya.
“Sampai hari ini pun saya tidak pernah tahu yang namanya berapa jumlah dana parpol dari pemerintah. Mau digunakan untuk apa saya juga tidak tahu. Selama saya menjadi anggota DPRD tidak pernah tahu berapa jumlahnya, pencairannya seperti apa, model pelaporannya seperti apa,” ungkapnya.
Pernyataan Bona memunculkan perhatian publik karena posisi bendahara secara struktural memiliki fungsi penting dalam pengelolaan administrasi dan keuangan partai.
Di sisi lain, Bona kini menegaskan bahwa laporan pertanggungjawaban keuangan DPC PKB Manggarai Timur telah diterima secara resmi oleh DPW maupun DPP PKB melalui forum Muscab.
Situasi tersebut menempatkan isu transparansi dan tata kelola keuangan partai politik sebagai perhatian penting, terutama terkait mekanisme pengelolaan dana bantuan pemerintah serta akuntabilitas penggunaan dana partai di tingkat daerah. **





Tinggalkan Balasan