“Jujur saja, untuk Manggarai Timur saya selaku bendahara juga tidak pernah terlibat, sehingga saya tidak bisa menjelaskan bagaimana penggunaannya. Laporannya juga saya tidak terlibat. Itu lebih ke sekretariat DPC,” kata Bona.

Ia menjelaskan bahwa sumber pendanaan partai umumnya berasal dari bantuan keuangan partai politik yang diberikan pemerintah dan kontribusi dana fraksi di DPRD.

Namun, menurutnya, seluruh dana tersebut dikelola melalui rekening DPC sehingga dirinya tidak mengetahui secara rinci jumlah maupun penggunaannya.

“Dua-duanya. Dana parpol maupun dana fraksi. Karena itu semua masuk ke rekening DPC. Sehingga penggunaannya juga saya tidak pernah terlibat. Saya mau jelaskan laporannya juga tidak bisa karena saya tidak pernah tahu,” ujarnya.

Bona juga mengaku selama lima tahun menjadi anggota DPRD Manggarai Timur, dirinya tidak pernah memperoleh informasi terkait besaran bantuan keuangan partai yang diterima dari pemerintah maupun mekanisme pencairan dan pelaporannya.

“Sampai hari ini pun saya tidak pernah tahu yang namanya berapa jumlah dana parpol dari pemerintah. Mau digunakan untuk apa saya juga tidak tahu. Selama saya menjadi anggota DPRD tidak pernah tahu berapa jumlahnya, pencairannya seperti apa, model pelaporannya seperti apa,” ungkapnya.