LABUANBAJOVOICE.COM — Memasuki usia ke-23 tahun, Kabupaten Manggarai Barat dihadapkan pada tantangan serius di balik pesatnya pertumbuhan pariwisata.

Wakil Ketua (Waket) I DPRD Manggarai Barat, Rikardus Jani, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah harus segera dievaluasi agar tidak meninggalkan masyarakat lokal.

Dalam keterangannya bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-23 Manggarai Barat, Rikardus Jani -akrab disapa Rikar- menyoroti dampak negatif pengembangan pariwisata yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada rakyat.

“Pariwisata memang tumbuh cepat, tetapi kita harus jujur melihat dampaknya. Banyak masyarakat lokal justru tersisih dari akses ekonomi, sementara tekanan terhadap lingkungan semakin nyata,” ujar Rikar, Rabu (25/2/2026).

Menurut Rikar, pengembangan pariwisata di kawasan strategis, khususnya Labuan Bajo, belum sepenuhnya memberikan ruang adil bagi masyarakat setempat. Akses usaha, lapangan kerja, hingga pengelolaan sumber daya masih didominasi pihak tertentu.

“Ruang hidup warga perlahan terkomersialisasi. Laut, pesisir, bahkan tanah ulayat berubah fungsi tanpa melibatkan masyarakat secara bermakna,” tegas legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) II tersebut.