LABUANBAJOVOICE.COM – Dinamika menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, menjadi perhatian berbagai kalangan kader NU di daerah.
Jaringan Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerukan agar seluruh peserta forum nasional tersebut menjadikan nasihat para masyayikh dan kiai sepuh sebagai pedoman moral dalam setiap pembahasan yang akan berlangsung.
Seruan itu disampaikan Koordinator Jaringan Kader Muda NU NTT, H. Ajhar Jowe, kepada media pada Minggu, 21 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa Munas dan Konbes NU harus menjadi ruang konsolidasi pemikiran keumatan serta penguatan organisasi memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama, bukan arena yang dipenuhi kepentingan kelompok tertentu.
Menurut Ajhar, seluruh peserta yang berasal dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia, unsur badan otonom (Banom), serta perwakilan pondok pesantren perlu memegang teguh arahan para masyayikh yang telah disampaikan menjelang pelaksanaan Munas dan Konbes.





Tinggalkan Balasan