LABUANBAJOVOICE.COM – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menghadirkan atraksi budaya akhir pekan melalui kegiatan Weekend at Parapuar (WAP) di kawasan Natas Parapuar, Labuan Bajo, Sabtu sore, 23 Mei 2026.

Kegiatan yang rutin digelar setiap akhir pekan itu kembali menyedot perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu yang mencuri perhatian datang dari wisatawan asal Argentina bernama Bryan yang mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya menikmati pertunjukan budaya lokal di kawasan Parapuar.

Bryan mengatakan suasana alam Natas Parapuar dipadukan dengan pertunjukan seni tradisional menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda dan berkesan baginya.

“Ini merupakan pertama kalinya saya mengunjungi Natas Parapuar. Tempat ini sangat indah dan acaranya juga sangat menarik. Kami bisa menikmati musik dan menyaksikan tarian tradisional masyarakat lokal. Orang-orang di sini juga sangat luar biasa dan ramah. Saya senang bisa berada di sini,” ujar Bryan dalam bahasa Inggris.

Kegiatan WAP kali ini menampilkan beragam pertunjukan seni budaya khas Manggarai yang dibawakan sejumlah kelompok seni lokal, yakni Sanggar Molas Roto Roka, Sanggar Manik Laing, serta kelompok musik Sahut Suara yang diperkuat dua musisi lokal, Yon dan Roby.

Nuansa tradisional terasa kuat melalui alunan suling bambu yang dimainkan Roby serta permainan alat musik dawai bambu ciptaan Yon bernama Dwbe.

Pertunjukan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang hadir menikmati suasana senja di kawasan Parapuar.

Sanggar Molas Roto Roka membawakan sejumlah tarian tradisional khas Manggarai seperti Tari Pua Kopi yang menggambarkan aktivitas masyarakat saat memetik kopi, Tari Rangkuk Alu yang merepresentasikan permainan tradisional menggunakan bambu panjang secara ritmis, hingga Tari Ngkiong yang menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Manggarai.

Sementara itu, Sanggar Manik Laing tampil energik melalui Tari Leke yang menggunakan properti batok kelapa dengan gerakan dinamis dan penuh semangat.

Kemeriahan acara semakin terasa saat seluruh penampil dan pengunjung larut dalam sesi goyang bersama di akhir pertunjukan. Interaksi hangat antara wisatawan dan masyarakat lokal menciptakan pengalaman wisata budaya yang autentik di kawasan Natas Parapuar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan Weekend at Parapuar merupakan ruang kolaborasi budaya yang terus dihadirkan untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.

“Weekend at Parapuar merupakan ruang ekspresi budaya yang kami hadirkan secara konsisten untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memberikan pengalaman berwisata yang berkesan bagi wisatawan,” kata Andy.

“Kami berharap kegiatan ini terus menjadi wadah bagi para pelaku seni lokal untuk tampil dan berkembang,” tambah Andhy.

Melalui kegiatan tersebut, BPOLBF terus mendorong pengembangan atraksi wisata darat berbasis budaya yang berkelanjutan.

Kawasan Parapuar juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata terpadu yang regeneratif dan inklusif di Labuan Bajo, dengan mengedepankan pelibatan masyarakat lokal serta pelestarian budaya daerah.**