LABUANBAJOVOICE.COM – Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Hal itu disampaikan Weng saat menghadiri kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Manggarai Barat bersama PT Elnusa Petrofin di Kantor Lurah Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Selasa (8/9/2026).
Menurut Weng, perhatian terhadap pertumbuhan anak tidak boleh baru dilakukan setelah anak lahir. Pemenuhan gizi harus dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan.
“Tujuan program seperti ini sangat penting, apalagi ini merupakan program nasional. Bahayanya memang belum terlihat sekarang, tetapi dampaknya akan terasa di kemudian hari. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat menghasilkan generasi yang kurang berkualitas dan menjadi beban bagi keluarga,” ujar Weng.
Ia menegaskan bahwa periode awal kehidupan anak merupakan fase penting dalam proses tumbuh kembang. Karena itu, ibu hamil perlu mendapatkan perhatian dan dukungan yang serius
“Seribu hari pertama kehidupan dimulai bukan ketika anak sudah lahir, melainkan sejak anak masih berada di dalam kandungan. Karena itu, sejak dalam kandungan, anak harus sudah mendapatkan perhatian,” katanya.
Weng menjelaskan bahwa perhatian terhadap ibu hamil berkaitan langsung dengan kondisi bayi yang dikandung.
“Penting memperhatikan ibu hamil karena asupan makanan yang baik bagi ibu hamil akan memberikan dampak yang baik pula bagi bayi yang dikandungnya,” ujarnya.
Karena itu, intervensi gizi tidak cukup hanya diarahkan kepada anak. Ibu hamil dan ibu menyusui juga merupakan kelompok penting yang harus mendapatkan dukungan.
Weng juga mengingatkan pentingnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.
“Bayi harus diberikan ASI hingga usia enam bulan. Jangan diberikan makanan atau minuman lain. Berikan ASI eksklusif,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan keluarga dalam memastikan kebutuhan nutrisi anak tetap menjadi prioritas.
Lebih jauh, Weng menyoroti kebiasaan dalam keluarga yang terkadang menyebabkan kebutuhan anak belum menjadi prioritas utama.
Ia mengajak orang tua membiasakan diri memberikan makanan bergizi kepada anak terlebih dahulu ketika sumber pangan tersedia.
“Mulai sekarang, biasakan memberikan makanan kepada anggota keluarga yang memang paling membutuhkannya. Bukan berarti suami tidak boleh diberi makan, tetapi kebutuhan anak juga harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Menurut Weng, kebiasaan orang tua akan menjadi bagian dari proses pembelajaran anak di dalam keluarga.
Intervensi melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), kata dia, pada akhirnya bukan sekadar bantuan makanan. Program tersebut merupakan bagian dari investasi terhadap kualitas generasi masa depan.
“Program ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan Indonesia Emas. Anak-anak yang diarahkan menuju 2045 diharapkan menjadi generasi yang sehat dan cerdas, serta mampu membangun daerah dan negara,” katanya.
Kepala Dinas P2KB Manggarai Barat, Rafael Guntur, menjelaskan bahwa program GENTING menyasar keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Dalam kegiatan di Wae Kelambu, terdapat 13 keluarga berisiko stunting yang menjadi sasaran dan hadir dalam pertemuan tersebut.
Rafael mengatakan bahwa program GENTING membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih luas.
“Program ini menyasar keluarga yang berisiko mengalami stunting. Gerakan tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama karena melibatkan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pengusaha,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap dukungan terhadap keluarga sasaran tidak hanya bersifat sesaat, tetapi dapat berlanjut melalui pendampingan serta perhatian terhadap kebutuhan anak sejak masa kehamilan.**





Tinggalkan Balasan