LABUANBAJOVOICE.COM — Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat Yulianus Weng menegaskan pentingnya pembangunan pariwisata berkualitas di Manggarai Barat, khususnya di destinasi super prioritas Labuan Bajo.

Penegasan itu disampaikan saat membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat di Gedung BLK Pemerintah Daerah, Senin, 16 Maret 2026.

Diklat yang diikuti 224 peserta tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, 18 Maret 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Pramuwisata Profesional Berkompetensi dan Berdaya Saing untuk Pariwisata Labuan Bajo yang Berkualitas.”

Dalam sambutannya, Yulianus menilai pelatihan ini sejalan dengan arah pembangunan pariwisata daerah yang kini menitikberatkan pada kualitas pengalaman wisata, bukan semata jumlah kunjungan wisatawan.

“Pariwisata berkualitas bukan hanya soal jumlah wisatawan yang datang, tetapi bagaimana wisatawan mendapatkan pengalaman otentik dan mendalam saat berada di Labuan Bajo,” kata Yulianus.

Menurut dia, pramuwisata memiliki peran strategis dalam menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan melalui kemampuan bercerita atau storytelling tentang budaya dan alam daerah.

“Pramuwisata harus mampu menjadi storyteller yang baik. Mereka tidak hanya menunjukkan tempat wisata, tetapi juga menyampaikan narasi yang benar tentang budaya, sejarah, dan alam daerah ini,” ujarnya.

Yulianus juga menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan dalam pengembangan sektor pariwisata.

Ia mengingatkan agar pengelolaan destinasi tetap menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Keindahan alam harus tetap terjaga agar dapat dinikmati generasi mendatang, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat,” kata Yulianus.

Ia berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat jejaring serta kolaborasi dengan berbagai asosiasi pariwisata di daerah.

“Bangun kolaborasi dengan semua pihak agar pariwisata Manggarai Barat semakin berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, mengatakan organisasi pramuwisata memiliki tanggung jawab menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjadi representasi destinasi wisata.

“Pariwisata tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga kesiapan manusia yang menjadi representasi destinasi. Pramuwisata adalah duta daerah dan duta destinasi,” kata Aloysius.

Ia menjelaskan peserta yang mengikuti diklat telah melewati proses seleksi dan akan menjalani pelatihan sesuai kurikulum standar kompetensi kerja nasional.

“Peserta yang mengikuti diklat ini adalah mereka yang telah melewati proses seleksi dan akan menjalani tahapan pendidikan sesuai kurikulum standar kompetensi kerja nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Ketua Umum Himpunan Pramuwisata Indonesia, Imam Widodo, menegaskan penguatan kualitas pramuwisata menjadi prioritas organisasi secara nasional.

Menurut dia, HPI saat ini memiliki sekitar 15 ribu anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan terus mendorong peningkatan profesionalisme melalui pelatihan serta sertifikasi kompetensi.

“Kami selalu berkomitmen menyediakan SDM pramuwisata yang berkualitas sesuai kebutuhan industri dan wisatawan,” kata Imam.

Kegiatan diklat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat Stefanus Jemsifori, perwakilan KSOP Labuan Bajo, Koordinator POS SAR Labuan Bajo, Ketua PGWI Labuan Bajo, serta Ketua DPD HPI NTT, Itho.**