LABUANBAJOVOICE.COM – Kepemimpinan di tingkat desa, bukan sekadar persoalan jabatan, tetapi tentang bagaimana seorang pemimpin mampu menerjemahkan harapan masyarakat menjadi kebijakan dan kerja nyata.
Desa membutuhkan pemimpin yang mampu melihat persoalan dari dekat, mendengar suara masyarakat, serta membangun kolaborasi untuk menjawab kebutuhan warga.
Dalam konteks Desa Siru, kepemimpinan dapat dilihat dari gagasan tentang pelayanan masyarakat, pembangunan, pemberdayaan ekonomi, serta pentingnya membangun jaringan kemitraan.
Pemerintah Desa harus mampu menempatkan musyawarah, dan partisipasi warga sebagai bagian dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pembangunan.
Visi : Siru Bersatu, Menuju Siru Bersinar
Makna “Siru Bersatu, Menuju Siru Bersinar” dapat ditempatkan sebagai gagasan pembangunan yang berangkat dari persatuan masyarakat.
Siru yang bersinar bukan hanya desa yang memiliki pembangunan fisik, tetapi desa yang masyarakatnya mendapatkan pelayanan yang baik, memiliki kesempatan meningkatkan kesejahteraan, memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar, serta mampu berpartisipasi dalam menentukan arah pembangunan.
Persatuan menjadi penting karena pembangunan desa, tidak dapat dikerjakan oleh kepala desa dan pemerintah desa saja.
Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, kelompok tani, pelaku usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai mitra pembangunan.
Misi 1: Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat
Pemerintahan desa harus hadir untuk memberikan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan tidak diskriminatif.
Administrasi kependudukan, pelayanan sosial, informasi pembangunan, serta pelayanan pemerintahan perlu terus diperbaiki dengan memanfaatkan teknologi dan keterbukaan informasi.
Website desa dan berbagai platform media sosial, harus diarahkan sebagai media komunikasi, informasi publik, dan pelayanan administrasi berbasis teknologi informasi.
Misi 2 : Memperkuat Pembangunan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar
Pembangunan harus dimulai dari kebutuhan masyarakat. Akses jalan, air bersih, fasilitas pendidikan, kesehatan, sanitasi, dan infrastruktur dasar lainnya merupakan bagian penting dari kualitas hidup masyarakat desa yang akan terus dikembangkan
Kedepan pemerintah desa akan terus mengidentifikasi kebutuhan, menyusun perencanaan, kemudian membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan mitra lainnya.
Misi 3 : Membangun Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal
Desa Siru memiliki potensi pertanian, perkebunan, peternakan, yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, pembangunan ekonomi desa tidak cukup hanya memberikan bantuan. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem usaha.
Petani membutuhkan akses terhadap pengetahuan, bibit, teknologi, modal, pasar, dan pendampingan. Pemuda desa juga perlu diberi ruang untuk mengembangkan usaha baru dan memanfaatkan teknologi.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi desa.
Misi 4 : Memperluas Kemitraan dan Jaringan Pembangunan
Keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan. Karena itu, kemampuan membangun jaringan dengan berbagai lembaga menjadi bagian penting dari kepemimpinan desa.
Kemitraan dengan LSM, lembaga zakat, CSR perusahaan, lembaga sosial, perguruan tinggi, dan pemerintah dapat membuka peluang program yang tidak seluruhnya dapat dibiayai melalui APB Desa.
Gagasan mengenai pentingnya networking dan kemitraan juga telah menjadi bagian dari penting arah pembabangunan desa kedepanya.
Namun, kemitraan tetap perlu dikelola secara transparan agar masyarakat mengetahui tujuan, sumber dukungan, serta manfaat program yang dilaksanakan.
Misi 5 : Memberdayakan Pemuda dan Generasi Muda
Pemuda merupakan bagian penting dari masa depan Desa Siru. Kepemimpinan desa perlu memberikan ruang bagi pemuda, untuk terlibat dalam kegiatan sosial, olahraga, pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi informasi, pertanian modern, dan berbagai inovasi desa.
Pemuda jangan hanya ditempatkan sebagai objek kegiatan, tetapi sebagai mitra pemerintah desa dalam merancang dan menjalankan perubahan.
Misi 6: Menjaga Persatuan dan Demokrasi Desa
Pembangunan akan sulit berjalan apabila masyarakat terpecah karena perbedaan pilihan politik.Dalam konteks demokrasi desa, perbedaan pilihan merupakan sesuatu yang wajar.
Yang lebih penting adalah bagaimana setelah proses politik selesai, seluruh masyarakat kembali menjadi satu kesatuan
Karena itu, kepemimpinan desa harus mampu menjadi kepemimpinan bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bagi kelompok yang mendukungnya.
Ukuran kepemimpinan desa dapat dilihat dari bagaimana gagasan diterjemahkan menjadi program, bagaimana program dilaksanakan secara transparan, bagaimana masyarakat dilibatkan, dan bagaimana hasilnya dirasakan oleh warga.
Siru Bersatu, Menuju Siru Bersinar dapat dimaknai sebagai sebuah arah pembangunan: persatuan sebagai fondasi, pelayanan sebagai kewajiban, pembangunan sebagai proses, pemberdayaan sebagai strategi, dan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan.
Kepemimpinan desa pada akhirnya bukan tentang siapa yang paling banyak berbicara tentang pembangunan, tetapi tentang bagaimana pemerintah desa bersama masyarakat mengubah kebutuhan menjadi program dan program menjadi manfaat
nyata.
Sebab desa yang bersinar bukan hanya desa yang memiliki banyak pembangunan, tetapi desa yang masyarakatnya merasa dilayani, dilibatkan, diberdayakan, dan memiliki harapan terhadap masa depan.**
Oleh : Sumardi | Calon Kepala Desa Siru, Manggarai Barat





Tinggalkan Balasan