Program global berdurasi lima tahun, sejak 2023 hingga 2027 itu, juga telah mendorong lahirnya Forum Multi Pihak Sistem Pangan Manggarai Barat.
Forum tersebut menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pangan daerah.
Keberadaan forum itu dinilai penting karena mempertemukan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, hingga generasi muda dalam satu wadah kolaborasi.
Dalam kesempatan yang sama, Natalia Soebagjo memaparkan hasil program NURTURE yang diarahkan untuk mendukung hilirisasi pertanian daerah.
Ia menyebut 26 peserta telah menuntaskan program tersebut dengan capaian ekonomi yang signifikan.
“Sebanyak 26 peserta telah menyelesaikan program ini dengan capaian omset kolektif hampir 4 miliar dalam waktu kurang dari 1 tahun. Bayangkan hanya dalam 9 bulan, omset sudah hampir 4 miliar,” kata Natalia.
Selain itu, tambah dia, 85 persen peserta telah mengadopsi teknologi digital, 73 persen membangun kemitraan usaha, dan 27 persen mulai menciptakan peluang kerja baru.
Pasar Kreasi Pangan turut menampilkan beragam inisiatif penguatan kewirausahaan muda, inovasi sistem pangan lokal, diseminasi riset terkait sisa pangan, hingga pemutaran film dokumenter tentang praktik komunitas pangan dari perspektif generasi muda.






Tinggalkan Balasan