LABUANBAJOVOICE.COM — Pemerintah dan lembaga kemanusiaan asal Turki kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat Indonesia melalui penyaluran hewan kurban pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Salah satu wilayah penerima bantuan tersebut adalah Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Pada perayaan Idul Adha tahun ini, lembaga kemanusiaan Turkiye Diyanet Vakfi (TDV) menyalurkan sebanyak 50 ekor hewan kurban untuk masyarakat Desa Siru dan wilayah sekitarnya.
Program tersebut menjadi bagian dari misi kemanusiaan dan penguatan hubungan sosial antara Turki dan Indonesia yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Perwakilan lembaga kemanusiaan TDV Turkiye, Cavit Yildis, dalam sambutannya menegaskan bahwa hubungan Turki dan Indonesia tidak hanya sebatas hubungan diplomatik antarnegara, tetapi telah menjadi ikatan emosional yang kuat.
“Hubungan antara Turki dan Indonesia, tidak bisa dipisahkan. Walau dipisahkan jarak, hati kami selalu dekat dengan Indonesia. Kami mengikuti kabar dari sini, dan setiap kebahagiaan masyarakat Indonesia juga menjadi kebahagiaan rakyat Turki,” kata Cavit Yildis, yang juga menjabat sebagai Kepala Auditor Kementerian Agama Turki.
Ia mengaku telah mengikuti kegiatan kurban di berbagai negara, namun merasakan pengalaman berbeda saat berada di Desa Siru, Manggarai Barat.
“Saya sudah mengikuti kegiatan kurban seperti ini di berbagai Negara, akan tetapi ada hal yang berbeda ketika saya datang ke Indonesia, khususnya masyarakat Desa Siru Kec. Lembor, Kab. Manggarai Barat, yakni keramahan masyarakatnya, saya merasa seperti di rumah sendiri,” ujarnya.
Kehadiran bantuan hewan kurban dari Turki itu juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, melalui sambutan yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Pius Baut, menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Turki serta lembaga kemanusiaan TDV atas kepedulian terhadap masyarakat Manggarai Barat.
Menurutnya, bantuan hewan kurban tersebut merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah Turki kepada masyarakat di daerah, khususnya warga Desa Siru dan sekitarnya.
Pemerintah daerah juga menilai kerja sama kemanusiaan itu tidak hanya menghadirkan nilai ibadah, tetapi turut memperkuat solidaritas antarbangsa dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Desa Siru, Sumardi, mengungkapkan bahwa Desa Siru telah tiga tahun berturut-turut dipercaya menjadi lokasi penyembelihan hewan kurban dari lembaga kemanusiaan Turki.
Ia menyebut program tersebut memberi dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat desa karena sapi kurban dibeli langsung dari peternak lokal di Desa Siru dan wilayah sekitar.
“Pelaksanaan kurban ini, secara langsung berdampak pada perekonomian masyarakat Desa, karena sapi kurban di beli langsung dari masyarakat Desa Siru dan sekitarnya,” kata Sumardi.
Ia berharap kemitraan kemanusiaan antara TDV Turkiye dan masyarakat Desa Siru dapat terus berlanjut pada masa mendatang, tidak hanya dalam bentuk bantuan hewan kurban, tetapi juga program pemberdayaan lain yang menyentuh kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami berharap program seperti akan terus dilanjutkan di masa – masa mendatang, tidak hanya sebatas penyaluran hewan qurban, tapi juga program kemitraan lainya, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
Penyaluran hewan kurban di Desa Siru tahun ini terlaksana melalui kemitraan antara Turkiye Diyanet Vakfi (TDV) dan Yayasan Yakesma Jakarta.**





Tinggalkan Balasan