LABUANBAJOVOICE.COM – Ada suasana berbeda dalam Rapat Paripurna DPRD Manggarai Barat Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026 yang berlangsung di Ruang Utama Gedung DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (6/1/2026).

Rapat yang biasanya berlangsung formal dan prosedural itu diwarnai ajakan doa bersama yang disampaikan langsung oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi.

Menjelang akhir sambutannya, Bupati Endi mengajak seluruh peserta rapat untuk mendoakan para korban dan keluarga korban Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Ajakan doa tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan moril kepada keluarga korban, sekaligus penghormatan dan penguatan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian, baik yang turun langsung ke lokasi maupun yang mendukung dengan caranya masing-masing.

Bupati Endi juga menyampaikan harapan agar seluruh korban yang hingga kini masih dalam pencarian dapat segera ditemukan.

Sementara itu, di hari yang sama sebelum rapat berlangsung, Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu korban yang diduga merupakan WNA Spanyol korban tenggelamnya KM Putri Sakinah.

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, kepada media, Selasa (6/1) menjelaskan, sekitar pukul 14.30 Wita, Tim SAR Gabungan menerima laporan dari nelayan setempat bernama Saiful asal Kampung Komodo terkait penemuan bangkai kapal.

“Mereka menemukan bangkai kapal KM Putri Sakinah yang di dalamnya terdapat 1 (satu) orang korban dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Fathur.

Ia menjelaskan, bangkai kapal bersama korban ditemukan pada koordinat 08°36’35,139″ S – 119°40’36,826″ E, dengan jarak sekitar 7,48 nautical mile dari lokasi awal kejadian kapal tenggelam.

Setelah menerima informasi tersebut, Tim SAR Gabungan bergerak cepat melakukan proses evakuasi dengan menggunakan KN SAR Puntadewa 250.

Korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk penanganan lebih lanjut dan diserahkan kepada Tim DVI Polres Manggarai Barat guna proses identifikasi.

“Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian dua WNA Spanyol yang memasuki hari ke-12, dengan melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat, penurunan sonar, serta penyelaman,” jelasnya.

Diketahui, kapal wisata KM Putri Sakinah mengalami kecelakaan laut saat melakukan kunjungan wisata ke Taman Nasional Komodo pada Jumat malam (26/12/2025).

Kapal tersebut bertolak dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar.

Namun, sekitar pukul 20.30 Wita, kapal mengalami mati mesin akibat gelombang tinggi yang menyebabkan air masuk ke dalam badan kapal, hingga akhirnya kapal kehilangan daya dan tenggelam.

KM Putri Sakinah saat itu mengangkut rombongan wisatawan satu keluarga asal Spanyol, yakni Martin Carreras Fernando, yang diketahui merupakan Pelatih Sepak Bola Valencia FC Femenino B (Putri), bersama istrinya Ortuno Andrea dan keempat anak mereka.

Keempat anak tersebut masing-masing bernama Martin Garcia Mateo (laki-laki), Martines Ortuno Enriquejavier (laki-laki), Martines Ortuno Maria Lia (perempuan), dan Mar Martinez Ortuno (perempuan).

Pada saat kejadian, Ortuno Andrea bersama anaknya Mar Martinez Ortuno berhasil selamat, bersamaan dengan tiga ABK, satu kapten kapal, dan satu orang pemandu wisata (guide).

Sementara itu, Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Enriquejavier, dan Martines Ortuno Maria Lia dinyatakan tidak selamat dan tenggelam bersama kapal.

Korban pertama yang berhasil ditemukan adalah Martines Ortuno Maria Lia, yang ditemukan pada Senin (29/12/2025) pukul 06.30 Wita di pesisir utara Pulau Serei, Labuan Bajo.

Selanjutnya, Martin Carreras Fernando ditemukan oleh RIB KPJ 2007 Ditpolair Polda NTT pada Minggu (4/1/2026) pagi, di koordinat 8°36’32.58″S – 119°36’32.22″E, dengan jarak sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian.

Sementara korban yang ditemukan pada Selasa (6/1) masih berstatus dugaan WNA Spanyol.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diumumkan secara resmi. Proses identifikasi masih dilakukan untuk memastikan apakah korban tersebut adalah Martin Garcia Mateo atau Martines Ortuno Enriquejavier.**