LABUANBAJOVOICE.COM — Tragedi jatuhnya dua wisatawan asal Austria di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, memicu sorotan tajam terhadap kondisi infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo.

Insiden yang menewaskan Jurgen (54) dan Astrid (56) itu dinilai menjadi alarm serius bagi tata kelola destinasi wisata premium di daerah tersebut.

Anggota DPRD Manggarai Barat sekaligus Plt.Ketua DPD Partai Perindo, Hasanudin, menilai peristiwa yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) pagi itu tidak bisa dipandang sekadar kecelakaan biasa.

Menurut dia, tragedi tersebut memperlihatkan masih lemahnya perhatian terhadap sarana keselamatan dan kualitas infrastruktur wisata.

Diketahui, kedua wisatawan asal Austria itu terjatuh dari jembatan gantung berbahan papan kayu ke dasar sungai dengan ketinggian sekitar 10 meter.

Saat kejadian, kawasan wisata Cunca Wulang sedang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Hasanudin menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya dua wisatawan asing tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi serius terhadap pengelolaan destinasi wisata.

“Kejadian ini satu sisi memang kecelakaan, tetapi di sisi lain saya melihat adanya kegagalan perbaikan terhadap kondisi infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo,” tegas Hasanudin, Senin (25/5/2026).

Ia juga menyoroti dampak besar tragedi tersebut terhadap reputasi Labuan Bajo yang selama ini dipromosikan sebagai destinasi wisata premium kelas dunia.

“Saya sangat mengkhawatirkan citra pariwisata Labuan Bajo. Saat ini Labuan Bajo sudah menjadi wisata premium, sehingga kejadian seperti ini tentu menjadi citra buruk bagi pariwisata kita,” ujarnya.

Menurut politisi muda itu, kasus meninggalnya wisatawan asing di kawasan wisata Labuan Bajo yang terjadi berulang kali menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam sistem pengelolaan dan pengawasan destinasi wisata.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap aspek keamanan, standar infrastruktur, hingga sistem mitigasi risiko di seluruh objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi besar-besaran karena kejadian meninggalnya wisatawan asing di Labuan Bajo sudah beberapa kali terjadi. Artinya, ini menjadi masalah serius yang harus disikapi,” katanya.

Hasanudin menegaskan, DPRD Manggarai Barat akan terus mendorong pemerintah daerah agar lebih serius membenahi persoalan infrastruktur, sarana, dan prasarana wisata demi menjamin keselamatan pengunjung.

Menurut dia, keamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama jika Labuan Bajo ingin tetap menjaga kepercayaan wisatawan internasional sebagai destinasi unggulan Indonesia.

“Persoalan infrastruktur serta sarana dan prasarana pariwisata di Labuan Bajo akan menjadi perhatian secara serius. Kami tidak ingin kejadian ini membuat wisatawan asing enggan datang ke Labuan Bajo,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kualitas infrastruktur wisata berkaitan langsung dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah. Karena itu, lokasi wisata dengan tingkat kunjungan tinggi harus mendapatkan perhatian prioritas dari pemerintah.

“Perbaikan infrastruktur di lokasi wisata yang padat pengunjung harus menjadi prioritas. Kenyamanan wisatawan wajib diutamakan karena berkaitan dengan pendapatan asli daerah dan juga mendorong perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Tragedi di Cunca Wulang kini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjamin keselamatan dan rasa aman bagi setiap pengunjung.**