Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi serius terhadap pengelolaan destinasi wisata.
“Kejadian ini satu sisi memang kecelakaan, tetapi di sisi lain saya melihat adanya kegagalan perbaikan terhadap kondisi infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo,” tegas Hasanudin, Senin (25/5/2026).
Ia juga menyoroti dampak besar tragedi tersebut terhadap reputasi Labuan Bajo yang selama ini dipromosikan sebagai destinasi wisata premium kelas dunia.
“Saya sangat mengkhawatirkan citra pariwisata Labuan Bajo. Saat ini Labuan Bajo sudah menjadi wisata premium, sehingga kejadian seperti ini tentu menjadi citra buruk bagi pariwisata kita,” ujarnya.
Menurut politisi muda itu, kasus meninggalnya wisatawan asing di kawasan wisata Labuan Bajo yang terjadi berulang kali menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam sistem pengelolaan dan pengawasan destinasi wisata.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap aspek keamanan, standar infrastruktur, hingga sistem mitigasi risiko di seluruh objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.






Tinggalkan Balasan