LABUANBAJOVOICE.COM – Realisasi investasi di Kabupaten Manggarai Barat sepanjang Triwulan I Tahun 2026 berdasarkan data LKPM mencapai Rp811.421.929.757.
Sektor hotel dan restoran masih menjadi primadona penanaman modal dengan nilai investasi mencapai Rp475.427.385.894, atau lebih dari separuh total investasi yang masuk ke daerah destinasi pariwisata super prioritas tersebut.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Manggarai Barat, Maria Immaculata Etris Babur, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Maria, capaian investasi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Manggarai Barat yang masih ditopang kuat oleh sektor pariwisata dan industri pendukungnya.
“Realisasi investasi berdasarkan sektor utama hingga saat ini mencapai Rp811.421.929.757. Sektor hotel dan restoran masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp475.427.385.894,” kata Maria.
Berdasarkan data DPMPTSP, sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran menempati posisi kedua dengan nilai investasi sebesar Rp256.016.802.860.
Sementara sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi berada di urutan ketiga dengan nilai investasi Rp55.416.008.796.
Besarnya investasi pada sektor hotel dan restoran dinilai mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap pertumbuhan industri pariwisata Labuan Bajo yang terus berkembang.
Kehadiran berbagai fasilitas akomodasi, restoran, serta layanan pendukung wisata menjadi kebutuhan yang terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan.
Di sisi lain, tingginya investasi pada sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran menunjukkan adanya kebutuhan pengembangan infrastruktur serta kawasan usaha yang semakin besar.
Kondisi ini menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi di Manggarai Barat tidak hanya bertumpu pada sektor wisata, tetapi juga mulai berkembang ke sektor-sektor penunjang lainnya.
Selain tiga sektor utama tersebut, sejumlah bidang usaha lain turut mencatatkan realisasi investasi, yakni Jasa Lainnya sebesar Rp21.164.412.065, Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp1.395.388.870.
Kemudian, sektor Perikanan sebesar Rp1.060.336.250, Kehutanan sebesar Rp936.595.022, serta Industri Makanan sebesar Rp5.000.000.
Sementara itu, empat sektor belum mencatatkan realisasi investasi selama periode Triwulan I Tahun 2026, yakni Konstruksi, Industri Mineral Non Logam, Listrik, Gas dan Air, serta Pertambangan yang masing-masing tercatat sebesar Rp0.
DPMPTSP menilai capaian investasi tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Masuknya investasi pada berbagai sektor diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing daerah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Flores.
Dengan total realisasi investasi yang telah menembus Rp811,42 miliar, pemerintah daerah optimistis iklim investasi yang kondusif akan terus menarik minat investor untuk mengembangkan usaha di Manggarai Barat dalam berbagai sektor strategis.**





Tinggalkan Balasan