LABUANBAJOVOICE.COM — Sukarman, pemuda asal Golo Mori, secara terbuka menyatakan kesiapan dirinya untuk maju dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Golo Mori yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.

Desa Golo Mori terdiri dari beberapa anak kampung yaitu Soknar, Lenteng, Jarak, Tao Ra’ong, Nggoer, Adonara hingga Lo’ok Jember, yang berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, kini menjadi kawasan strategis seiring berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus Golo Mori yang dikelola InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).

Dalam keterangannya kepada media, Sukarman menegaskan bahwa langkahnya maju sebagai bakal calon kepala desa merupakan bentuk kesiapan generasi muda untuk mengambil tanggung jawab dalam kepemimpinan desa.

“Saya siap maju sebagai bakal calon kepala desa Golo Mori pada 2026. Ini bukan sekadar keinginan pribadi, tetapi panggilan untuk ikut bertanggung jawab terhadap masa depan desa,” ujar Sukarman, Selasa (31/3/2026).

Ia menilai, momentum Pilkades 2026 menjadi peluang penting bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan desa yang kini berada dalam arus perubahan besar.

“Sebagai generasi muda, kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus berani tampil dan mengambil peran dalam menentukan arah pembangunan desa,” tegasnya.

Sukarman menekankan bahwa keterlibatan pemuda dalam kepemimpinan desa menjadi kunci untuk menghadirkan inovasi dan energi baru dalam tata kelola pemerintahan desa.

Menurutnya, kepemimpinan ke depan harus mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus memastikan bahwa pembangunan yang terjadi benar-benar menyentuh masyarakat.

“Kalau kita tidak mulai dari sekarang, kapan lagi? Desa butuh ide-ide baru dan keberanian untuk berubah,” ujarnya.

Pernyataan Sukarman ini menjadi sinyal awal dinamika politik desa di Golo Mori menjelang Pilkades 2026. Kehadiran figur muda diperkirakan akan memberi warna baru dalam kontestasi, sekaligus membuka ruang kompetisi yang lebih sehat dan partisipatif.

Kesiapan Sukarman mencerminkan mulai tumbuhnya kesadaran politik di kalangan generasi muda desa.

Ke depan, Pilkades Golo Mori diprediksi tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum mendorong regenerasi kepemimpinan desa, memperkuat partisipasi masyarakat, serta memastikan arah pembangunan desa lebih inklusif dan berkelanjutan.**