Ia juga meminta ASKAB mempertimbangkan tindakan atau sanksi terhadap Komodo United sebagai klub yang menaungi pihak yang diduga melakukan tindakan tersebut, apabila berdasarkan pemeriksaan dan ketentuan organisasi terdapat dasar untuk menjatuhkan sanksi.

“Kami berpandangan bahwa sanksi organisasi diperlukan sebagai bentuk penegakan disiplin sekaligus upaya menjaga marwah dan integritas kompetisi,” kata Risal.

Ia menilai keberlangsungan kompetisi tidak hanya ditentukan oleh pertandingan di lapangan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh unsur menjaga keamanan, sportivitas, dan penghormatan terhadap perangkat pertandingan.

Risal juga memastikan akan melakukan evaluasi dan memperkuat pengamanan serta pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kalah atau menang dalam sebuah pertandingan adalah bagian dari olahraga, tetapi kekerasan tidak pernah menjadi bagian dari sportivitas,” tegasnya.

Risal menyatakan, atas nama panitia pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada korban, keluarga korban, organisasi perwasitan, seluruh peserta PSSI Cup, penonton, masyarakat, dan publik sepak bola atas insiden tersebut.