Warga Kampung Lesem bersama aparat kepolisian dan TNI, yang diwakili oleh PLT Danramil 1630/03 Macang Pacar, Serma Mustamin, turun langsung mengerjakan pembangunan jembatan.

Tanpa menunggu proses administrasi anggaran formal yang memerlukan waktu panjang, pembangunan dilakukan secara swadaya dengan memanfaatkan material lokal. Bambu, kayu, dan pasir dikumpulkan dari hutan dan kebun milik warga.

“Pembangunan kemarin sudah mencapai progres 50 persen. Kami menggunakan material swadaya masyarakat sebagai bentuk kepemilikan bersama atas jembatan ini agar nantinya mereka juga bersama-sama menjaganya,” jelas Kapolsek Kuwus.

Meski pembangunan jembatan menunjukkan progres signifikan, pihak kepolisian dan sekolah tetap mengeluarkan imbauan keselamatan kepada para pelajar.

Mengingat cuaca ekstrem yang berpotensi meningkatkan debit air sungai secara tiba-tiba, siswa diminta tidak memaksakan diri menyeberang saat kondisi berbahaya.

“Demi keselamatan, para siswa disarankan menginap sementara di rumah kerabat atau rekan di Desa Golo Riwu. Kita harus menghindari risiko menyeberangi sungai saat arus sedang kencang,” imbaunya.