“Kami telah memulai pembangunan jembatan darurat yang diperuntukkan bagi mobilitas siswa maupun masyarakat Kampung Lesem sejak kemarin,” kata Kapolsek Kuwus, IPTU Arsilinus Lentar, dalam keterangannya, Selasa (3/2) pagi.

Menurut IPTU Arsi, pembangunan jembatan ini dilatarbelakangi kekhawatiran mendalam terhadap keselamatan 21 pelajar asal Kampung Lesem, yang terdiri dari 11 siswa sekolah dasar dan 10 siswa sekolah menengah pertama.

Selama ini, mereka harus menyeberangi Sungai Wae Songkang yang memiliki lebar sekitar 20 meter untuk menuju sekolah di Desa Golo Riwu, Kecamatan Kuwus Barat.

Kondisi tersebut menjadi semakin berbahaya saat musim hujan karena debit air meningkat drastis.

“Keputusan ini diambil demi keselamatan para pelajar yang setiap harinya harus menerjang arus sungai untuk mencapai sekolah mereka di SDK Wetik dan SMPN 1 Kuwus Barat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini lahir dari aspirasi masyarakat dan tenaga pendidik yang selama ini diliputi kecemasan setiap kali musim hujan datang.