LABUANBAJOVOICE.COM — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur, memetakan sejumlah desa yang menjadi perhatian dalam pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang berlangsung Selasa, 29 September 2026.

Pemetaan tersebut disampaikan Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, M.Kes, saat memimpin apel pelepasan logistik Pilkades di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (28/9/2026).

Sebanyak 64 desa akan melaksanakan Pilkades pada Selasa (29/9/2026). Logistik pemilihan diberangkatkan ke masing-masing desa setelah seluruh tahapan persiapan dinyatakan telah dilakukan oleh panitia.

Dalam sambutannya, Wabup Yulianus Weng mengatakan pemerintah daerah bersama jajaran keamanan sebelumnya telah melakukan pemetaan terhadap desa-desa yang berpotensi memiliki kerawanan selama pelaksanaan Pilkades.

Pekan sebelumnya, pemerintah daerah menggelar rapat bersama Dandim dan Kapolres Manggarai Barat untuk membahas kesiapan pengamanan, termasuk mengidentifikasi sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus.

Beberapa desa yang menjadi perhatian, kata Wabup, antara lain Desa Romang, yang menghadapi kotak kosong dalam kontestasi Pilkades.

Kemudian Desa Wae Jare, yang memiliki riwayat pelaksanaan Pilkades sebelumnya dengan insiden pembakaran tempat pemungutan suara (TPS).

Sementara itu, terdapat pula satu desa di wilayah Liang Solah yang menjadi perhatian karena kepala desanya terindikasi melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Selain beberapa desa tersebut, terdapat sejumlah desa lain yang turut dibahas dalam rapat pengamanan.

Meski terdapat pemetaan wilayah yang dinilai perlu mendapat perhatian, Wabup menegaskan bahwa keamanan dan kelancaran Pilkades bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat TNI dan Polri.

“Kesuksesan pelaksanaan Pilkades ini tidak hanya tergantung kepada teman-teman TNI-Polri, tetapi tergantung kepada kita semua. Tanggung jawab terselenggaranya Pilkades dengan aman, lancar, dan demokratis adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Wabup.

Wakil Bupati meminta Sekretaris Daerah Manggarai Barat mengatur pembagian tugas bagi pimpinan perangkat daerah untuk ikut turun melakukan pemantauan ke desa-desa yang telah dipetakan memiliki potensi kerawanan.

Menurutnya, pengamanan tetap menjadi bagian dari tugas TNI dan Polri. Namun, pemerintah daerah juga perlu mengambil peran dalam memastikan seluruh proses Pilkades berlangsung aman dan tertib.

Ia menilai keterlibatan seluruh unsur pemerintahan penting karena keberhasilan penyelenggaraan Pilkades merupakan tanggung jawab bersama.

Pada kesempatan tersebut, Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang selama ini aktif membantu pemerintah daerah.

Ia mencontohkan sinergi antar lembaga dalam proses pengambilan keputusan, termasuk dalam penandatanganan surat keputusan berkaitan dengan bantuan bagi rumah warga yang mengalami kerusakan.

Menurutnya, proses tersebut tidak hanya melibatkan Bupati, tetapi juga mendapat dukungan dan keterlibatan unsur Forkopimda.

“Mari kita semua menjaga situasi ini, menjaga kerja sama dan kolaborasi yang sudah baik selama ini, serta meningkatkannya ke depan,” ajaknya.

Apel pelepasan logistik tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Kapolres Manggarai Barat, Dandim, Sekda, para pimpinan perangkat daerah, serta perwira TNI dan Polri.

Setelah apel selesai, kendaraan pengangkut logistik Pilkades diberangkatkan menuju 64 desa yang akan melaksanakan pemungutan suara.

Pelepasan kendaraan logistik dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, SIK, didampingi unsur Forkopimda dan para pimpinan organisasi perangkat daerah.

Pilkades serentak di 64 desa tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, dengan pengamanan dan pemantauan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri.**