Beberapa desa yang menjadi perhatian, kata Wabup, antara lain Desa Romang, yang menghadapi kotak kosong dalam kontestasi Pilkades.
Kemudian Desa Wae Jare, yang memiliki riwayat pelaksanaan Pilkades sebelumnya dengan insiden pembakaran tempat pemungutan suara (TPS).
Sementara itu, terdapat pula satu desa di wilayah Liang Solah yang menjadi perhatian karena kepala desanya terindikasi melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Selain beberapa desa tersebut, terdapat sejumlah desa lain yang turut dibahas dalam rapat pengamanan.
Meski terdapat pemetaan wilayah yang dinilai perlu mendapat perhatian, Wabup menegaskan bahwa keamanan dan kelancaran Pilkades bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat TNI dan Polri.
“Kesuksesan pelaksanaan Pilkades ini tidak hanya tergantung kepada teman-teman TNI-Polri, tetapi tergantung kepada kita semua. Tanggung jawab terselenggaranya Pilkades dengan aman, lancar, dan demokratis adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Wabup.
Wakil Bupati meminta Sekretaris Daerah Manggarai Barat mengatur pembagian tugas bagi pimpinan perangkat daerah untuk ikut turun melakukan pemantauan ke desa-desa yang telah dipetakan memiliki potensi kerawanan.





Tinggalkan Balasan