LABUANBAJOVOICE.COM — Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan pesan utama di balik pelaksanaan program Jumat Hening (Silentium Magnum) pada 3 April 2026, yakni membangun kesadaran kolektif masyarakat demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
Dalam rapat persiapan yang digelar di Kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa (17/3/2026), Endi menekankan bahwa program tersebut bukan sekadar pembatasan aktivitas, melainkan gerakan bersama yang berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Ini bukan hal baru, tapi kelanjutan dari kesepakatan tahun lalu. Kita mulai dari hal kecil untuk masa depan yang lebih baik. Ini untuk masa depan kita, untuk anak cucu kita. Mari kita mulai dari hal kecil ini,” ujar Bupati Endi.
Menurut dia, Jumat Hening yang bertepatan dengan Jumat Agung dan Shalat Jumat harus dimaknai sebagai momentum refleksi, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam hubungan manusia dengan lingkungan.
Endi menegaskan, inti dari program ini adalah mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor dan mendorong masyarakat untuk mengadopsi kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, setidaknya dalam waktu tertentu.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan program dan kebutuhan ibadah masyarakat.
Pemerintah, kata dia, tetap membuka ruang diskusi agar seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa menghilangkan esensi Jumat Hening.
Program ini, lanjut Endi, lahir dari kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Ini bukan instruksi sepihak, tetapi komitmen bersama. Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,” katanya.
Melalui Jumat Hening, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap tercipta suasana yang lebih tenang, penurunan tingkat polusi, serta tumbuhnya kesadaran ekologis yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Endi menutup pesannya dengan ajakan agar masyarakat tidak melihat program ini sebagai pembatasan, melainkan sebagai langkah kecil yang berdampak besar bagi keberlangsungan lingkungan di Manggarai Barat.**





Tinggalkan Balasan