“Kami sudah menanti dengan pintu terbuka selama delapan malam ini. Namun, seolah tidak ada rasa bersalah, tidak ada satu pun perwakilan dari keluarga sopir maupun pemilik mobil dump truck yang datang berkunjung untuk sekadar menyampaikan belasungkawa,” ujar Rusli, Kamis, 28 Mei 2026.

Ia menilai sikap tersebut semakin memperdalam luka batin keluarga yang kehilangan sosok tulang punggung rumah tangga.

“Sikap acuh tak acuh ini dinilai melukai perasaan keluarga yang tengah dirundung duka akibat kehilangan tulang punggung keluarga mereka yang bekerja sebagai petani tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rusli katakan memang dari awal kejadian waktu itu ada perwakilan pihak keluarga pemilik dump truck. Namun

“Dari awal kejadian itu pemilik dump menemui keluarga korban hanya diwakili dan hingga malam ke 7 almarhum yang datang temui keluarga hanya perwakilan dari pemilik dump,” ungkap keluarga korban.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pemilik dump truck belum pernah temui keluarga korban di Kampung Merombok.