Rusli menegaskan bahwa keluarga tidak hanya menyoroti kelalaian sopir, tetapi juga meminta tanggung jawab moral dan hukum dari pemilik kendaraan karena dump truck tersebut digunakan untuk kepentingan usaha.

“Kami tidak hanya bicara soal sopir, tetapi kami juga menunggu rasa kepedulian dari pemilik kendaraan. Kendaraan itu milik siapa, tentu ada pemiliknya,” kata Rusli.

“Sampai malam kedelapan ini, jangankan datang melayat, bentuk komunikasi atau iktikad baik dari pemilik mobil pun sama sekali tidak ada. Kami merasa sangat tidak dihargai,” sambungnya.

Ia menilai kehadiran pemilik kendaraan penting karena menyangkut masa depan keluarga korban yang kehilangan pencari nafkah utama.

“Kami kehilangan anggota keluarga, nyawa manusia sudah hilang. Kami menuntut agar pemilik damp truck tersebut keluar dan ikut bertanggung jawab,” tegas Rusli.

Rusli juga menyebut kendaraan tersebut beroperasi untuk kepentingan usaha pemilik sehingga tidak tepat apabila seluruh tanggung jawab hanya dibebankan kepada sopir.