LABUANBAJOVOICE.COM — Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026) petang di Jakarta.
Penetapan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar setelah melalui rangkaian sidang yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pakar astronomi, organisasi masyarakat Islam, serta lembaga terkait.
Sidang isbat berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.
Rangkaian sidang diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan dengan verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia, hingga akhirnya dilakukan sidang pleno penetapan.
Dalam prosesnya, pemerintah menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal) sebagai dasar penentuan awal Syawal.
Berdasarkan laporan tim rukyatul hilal dan data hisab, posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan.
Karena itu, pemerintah memutuskan untuk melakukan istikmal (penyempurnaan bulan Ramadan menjadi 30 hari), sehingga 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
“Berdasarkan hasil hisab dan rukyat yang telah diverifikasi, disepakati bahwa hilal belum memenuhi kriteria. Dengan demikian, 1 Syawal 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.”ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil musyawarah bersama berbagai pihak.
“Sidang isbat ini melibatkan para ahli astronomi, ormas Islam, dan instansi terkait, sehingga keputusan yang diambil bersifat kolektif dan dapat menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia.” kata Nasaruddin Umar.
Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan toleransi dalam menyikapi perbedaan penetapan hari raya.
“Perbedaan adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah menjaga ukhuwah Islamiyah dan saling menghormati,” ujar Menteri Agama.
Dengan keputusan ini, maka Puasa Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari, dan Salat Idul Fitri dilaksanakan pada Sabtu, 21 Maret 2026. **






Tinggalkan Balasan