Aplikasi tersebut akan mengintegrasikan informasi destinasi, reservasi, pembayaran non-tunai, hingga pengawasan perjalanan wisata menuju Taman Nasional Komodo secara real-time.
“Melalui Gendang Mabar, wisatawan dapat memastikan agen perjalanan yang digunakan benar-benar resmi dan terdaftar. Kami juga bisa memonitor keterlibatan pemandu wisata yang memiliki lisensi serta mengambil tindakan terhadap agen travel yang melanggar aturan dengan menonaktifkannya dari sistem,” kata Hans.
Ia menambahkan, aplikasi itu juga diharapkan mampu mencegah praktik percaloan, penelantaran wisatawan, serta meningkatkan transparansi transaksi karena seluruh pembayaran dilakukan secara digital dan tercatat secara akuntabel.
Pemkab Manggarai Barat menargetkan regulasi pendukung dan implementasi awal aplikasi tersebut dapat dimulai secara bertahap sebelum akhir 2026.
Kurangi Beban Taman Nasional Komodo
Selain digitalisasi, Pemkab Manggarai Barat (Mabar) juga mendorong strategi dekonsentrasi wisata untuk mengurangi tekanan kunjungan di Taman Nasional Komodo.





Tinggalkan Balasan