LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Belang Turi, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), bergerak aktif membantu warga terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores.

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Flores, NTT, Sabtu pagi (15/8/2026) membuat kehidupan masyarakat berubah.

Hingga kini, gempa susulan masih dirasakan warga sehingga menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.

Di Desa Belang Turi, berdasarkan pendataan Pemdes, sedikitnya 222 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan berbeda.

Data sementara yang dihimpun Pemdes Belang Turi mencatat terdapat 284 kepala keluarga (KK) dengan total 946 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 rumah masuk kategori rusak berat, 140 rumah rusak sedang, dan 39 rumah rusak ringan.

Sekretaris Desa Belang Turi, Fransiskus Beni, mengatakan pemerintah desa terus melakukan pendataan untuk memastikan kondisi warga dan kerusakan rumah terdampak dapat teridentifikasi.

“Kami terus melayani masyarakat, salah satu yang terus kami laksanakan yakni mengupdate data dampak musibah ini, lebih khusus pada kerusakan rumah,” kata Sekretaris Desa, Jum’at (21/8).

Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana, terutama untuk memastikan warga terdampak tidak terlewat dalam proses pemberian bantuan.

Selain melakukan pendataan, Pemdes Belang Turi juga mengambil langkah proaktif dengan mendatangi berbagai pihak yang dinilai dapat membantu kebutuhan masyarakat terdampak.

Fransiskus Beni menjelaskan, Pemdes Belang Turi selama ini berupaya “menjemput bola” dengan menghubungi sejumlah lembaga dan pihak swasta agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.

“Selama ini kami sudah berupaya ‘menjemput bola’ mendatangi banyak pihak lebih khusus dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk membantu warga terdampak,” lanjut Sekdes, Fransiskus Beni.

Sejumlah lembaga dan pihak yang telah hadir memberikan bantuan kepada warga terdampak di Belang Turi diantaranya dari LSM Yayasan Bambu Lestari berupa memberikan obat-obatan serta susu untuk bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Kemudian, dari Amati Jakarta, memberikan bantuan sembako. Ayo Indonesia, memberikan bantuan sembako. PT Pupuk Indonesia, mendistribusikan beras 10 kilogram, gula 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta dua selimut untuk 131 KK.

Selain itu dari PT Gag Nikel Jayapura, memberikan bantuan sembako kepada 14 KK di Maras. Flamingo Hotel, memberikan bantuan sembako.

Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa, khususnya warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan membutuhkan kebutuhan dasar.

Fransiskus menegaskan bahwa dampak gempa dirasakan seluruh masyarakat Desa Belang Turi. Karena itu, Pemdes berkomitmen agar bantuan yang datang dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

“Kita semua menjadi korban dari dampak musibah ini. Kami berkomitmen semua warga di desa ini agar tersalur bantuan. Kami sudah dan terus mencari cara yang terbaik,” tuturnya.

Menurut Fransiskus, mekanisme penyaluran bantuan dari sejumlah LSM dilakukan langsung oleh lembaga pemberi bantuan. Pemdes berperan sebagai penghubung antara warga dengan pihak yang memberikan bantuan.

“Untuk proses penyaluran selama ini semua pihak LSM hadir sendiri, tidak ada istilah titipan ke Pemdes. Untuk menentukan siapa yang berhak menerima itu ditentukan oleh mereka berdasarkan hasil bukti foto serta kategori kerusakan. Pemdes hanya sebagai jembatan penyaluran,” lanjut Fransiskus.

Di tengah berbagai bantuan yang mulai berdatangan dari lembaga sosial dan pihak swasta, Fransiskus mengatakan bantuan resmi dari pemerintah untuk sementara belum tersalurkan kepada warga Desa Belang Turi.

Menurutnya, pemerintah desa telah melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah ketersediaan logistik di tingkat kabupaten.

“Untuk sementar bantuan resmi dari Pemerintah belum tersalur. Memang kami dudah melakukan koordinasi di beberapa OPD terkait, kendalanya ada kekosongan logistik di Kabupaten,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat Pemdes Belang Turi terus mencari alternatif dukungan sembari menunggu bantuan resmi pemerintah dapat disalurkan.

Sementara itu, Stefanus Mandut, salah satu warga yang rumahnya terdampak dengan kategori rusak parah, mengakui manfaat bantuan yang diberikan sejumlah LSM kepada masyarakat Belang Turi.

“Kehadiran LSM menjadi bentuk kepedulian kepada kami. Kontribusi mereka sudah luar biasa, patut kami ucap terima kasih,” ujarnya.

Meski mengapresiasi bantuan dari berbagai pihak, Stefanus berharap pemerintah juga dapat hadir secara langsung untuk melihat kondisi warga dan memberikan dukungan dalam penanganan dampak gempa.

“Saya sangat berharap kehadiran pemerintah,” tutupnya.**