“Semoga semua cepat pulih dan kembali normal. Saya menikmati suasana tempat ini sebelum gempa terjadi, dan berharap pemerintah dapat mendukung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana ini,” ungkap Amir.

Tetap berjalannya pelayanan keimigrasian dari tenda darurat menunjukkan bahwa pelayanan publik tetap diupayakan berjalan meski infrastruktur dan aktivitas pemerintahan terdampak situasi pascabencana.

Bagi WNA yang membutuhkan layanan terkait izin tinggal maupun kebutuhan keimigrasian lainnya, kondisi darurat tidak serta-merta menghentikan pelayanan. Petugas melakukan penyesuaian lokasi kerja dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.

Di sisi lain, Amir mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang berada di Flores agar tidak mengabaikan perkembangan situasi pascagempa.

Ia meminta masyarakat dan wisatawan tetap waspada, mengikuti informasi dari sumber resmi, serta berhati-hati dalam menjalankan aktivitas selama kondisi pascabencana masih berlangsung.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Saroha Manullang, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja dan totalitas jajaran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo dalam mempertahankan pelayanan di tengah bencana.