“Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia mencapai 1,3 juta pada 2025. Hingga Agustus 2026, jumlahnya sudah melampaui 1 juta kunjungan, tumbuh 16,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Yulia.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa pasar Tiongkok masih menawarkan peluang besar bagi destinasi wisata Indonesia, termasuk Labuan Bajo yang dikenal dengan daya tarik alam dan wisata baharinya.

Kementerian Pariwisata berharap pertemuan antara agen perjalanan Tiongkok dan pelaku usaha lokal dapat memperluas jejaring bisnis serta mendorong semakin banyak produk wisata Labuan Bajo masuk ke dalam paket perjalanan yang ditawarkan di pasar Tiongkok.

“Kepada para pelaku industri pariwisata Labuan Bajo, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Semoga lahir kerja sama yang nyata setelah kegiatan ini,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyid, mengapresiasi inisiatif Kementerian Pariwisata yang mempertemukan pelaku industri dari kedua negara.