“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology),” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau slogan semata.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” katanya.

Pesan khusus juga ditujukan kepada para menteri, kepala daerah, serta seluruh penyelenggara pemerintahan agar menjadikan keadilan sosial sebagai landasan utama dalam merumuskan setiap kebijakan publik.

Kebijakan yang dihasilkan, menurutnya, harus mampu memenuhi rasa keadilan masyarakat, melindungi kelompok rentan, serta memastikan tidak ada warga negara yang merasa ditinggalkan oleh pembangunan.

Pada saat yang sama, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa dengan terus melawan berbagai bentuk intoleransi, ekstremisme, dan radikalisme yang berpotensi mengancam keharmonisan kehidupan berbangsa.