Menurutnya, operasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga bertujuan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Tujuan utama kita adalah meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap Polantas. Saya minta seluruh personel menghindari tindakan kontraproduktif di lapangan. Tidak boleh ada arogansi, apalagi praktik pungutan liar (pungli) di jalan raya. Kita layani masyarakat dengan prinsip 3S: Senyum, Sapa, dan Salam,” tegasnya.

Kasat Lantas Polres Manggarai Barat AKP I Made Supartha Purnama menjelaskan, operasi tahun ini tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Karena, kata dia, sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) belum tersedia di wilayah Manggarai Barat, petugas akan memprioritaskan tindakan persuasif di lapangan.

“Mengingat belum adanya sistem ETLE di Manggarai Barat, kami memformulasikan tindakan di lapangan dengan porsi 60 persen teguran simpatik yang bersifat humanis. Adapun tilang manual tetap diberlakukan, namun khusus diprioritaskan bagi jenis pelanggaran kasatmata yang berpotensi fatal menimbulkan kecelakaan,” urai AKP Parta.