“Kami ingin para siswa memahami bahwa tradisi keagamaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membentuk karakter dan memperkuat kecintaan terhadap agama serta bangsa.” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi keterlibatan guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan tersebut.
“Kolaborasi seperti ini penting agar pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda dapat berjalan secara berkelanjutan.” katanya.
Kepala Sekolah MIs Insan Kamil Nggorang, Ali Mustafa, mengatakan kegiatan Pawai Obor diharapkan dapat membantu siswa menghargai tradisi keagamaan, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap agama serta bangsa.
“Pendidikan karakter perlu dibangun melalui pembelajaran di sekolah maupun melalui kegiatan yang melibatkan lingkungan masyarakat.” ujarnya.
Rangkaian kegiatan berlanjut setelah peserta tiba di lingkungan sekolah. Seluruh peserta melaksanakan salat Isya berjamaah, kemudian mengikuti tausiyah yang disampaikan H. Suhardi.
Acara dilanjutkan dengan istigasah yang dirangkaikan dengan Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan atas instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan ditutup dengan doa bersama.





Tinggalkan Balasan