Sejumlah orang tua turut mendampingi anak-anak mereka hingga titik akhir perjalanan. Keterlibatan keluarga dan masyarakat ini menjadi gambaran dukungan bersama terhadap pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Ketua PCNU Manggarai Barat, H. Ishak M. Jabi, mengatakan pawai obor merupakan bagian dari upaya organisasi untuk menghidupkan tradisi keagamaan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai perjuangan santri kepada anak-anak.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal Hari Santri sebagai sebuah peringatan, tetapi juga memahami nilai perjuangan, keikhlasan, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air.” ujarnya.

Menurutnya, peringatan Hari Santri harus memberikan manfaat nyata bagi pembentukan karakter generasi muda, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat hubungan antara ulama, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat.

“Semangat Hari Santri harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak yang baik, kepedulian terhadap sesama, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa.” ujarnya.