LABUANBAJOVOICE.COM – Upaya pencarian terhadap Sahidin, nelayan asal Pulau Papagarang, Desa Papagarang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, belum membuahkan hasil pada hari pertama operasi pencarian, Kamis, 7 Mei 2026.
Tim gabungan bersama masyarakat masih terus menyisir sejumlah titik perairan yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.
Koordinator Pos SAR Labuan Bajo, Arif Rahmadan, mengatakan pencarian sepanjang Kamis dilakukan di sejumlah kawasan perairan yang dikenal memiliki arus cukup kuat dan jalur aktivitas nelayan tradisional.
“Masih nihil,” kata Arif Rahmadan, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, area pencarian meliputi perairan Loh Sereh, Loh Kerbau, Loh Genggo, Padar Utara, hingga Selat Padar. Kawasan tersebut menjadi fokus penyisiran karena diduga merupakan titik terakhir aktivitas korban saat memancing cumi bersama rekan-rekannya.
“Itu area pencarian,” ujar Arif.
Dalam operasi hari pertama, sebanyak delapan personel SAR diterjunkan menggunakan RIB Pos Pencarian dan Pertolongan Manggarai. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan, antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Pos SAR Manggarai.
Kemudian, LANAL Labuan Bajo, Kodim 1630 Manggarai Barat, Ditpolair Polda NTT, Polair Polres Manggarai Barat, Koramil 1630-01 Komodo, KSOP Labuan Bajo, Pemerintah Desa Papagarang, serta masyarakat setempat.
Menurut Arif, pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan pola penyisiran yang sama menyesuaikan kondisi cuaca dan arus laut.
Kepala Desa Papagarang, H. Abdullah, mengatakan masyarakat ikut terlibat aktif dalam pencarian menggunakan armada perahu nelayan milik warga. Solidaritas warga terlihat kuat sejak kabar hilangnya Sahidin menyebar ke kampung.
“Ada 4 perahu rata-rata isi satu perahu ada yang 10 ada 5 orang,” ujar H. Abdullah.
Sebelumnya, keluarga korban melalui Basir menjelaskan, Sahidin berangkat melaut bersama delapan nelayan lainnya untuk memancing cumi berukuran besar di sekitar perairan Pulau Padar. Setelah tiba di lokasi, mereka berpencar sesuai kebiasaan masing-masing.
Menurut Basir, para nelayan biasanya kembali berkumpul di perahu induk pada pagi hari. Namun hingga waktu yang ditentukan, Sahidin tidak kunjung muncul.
“Biasanya dia pulang duluan pakai dayung. Tapi waktu ditunggu tidak muncul, kami cari di sekitar, tidak ada,” ungkap Basir.
Delapan rekannya sempat kembali ke Kampung Papagarang dengan harapan korban telah lebih dahulu tiba di rumah. Namun setelah dipastikan Sahidin belum kembali, mereka kembali melaut untuk melakukan pencarian mandiri.
Sejak Rabu sore, warga telah mengerahkan sedikitnya tiga hingga empat perahu nelayan untuk menyisir kawasan sekitar Loh Kerbau. Pencarian dilakukan secara swadaya sebelum tim resmi SAR turun membantu operasi.**






Tinggalkan Balasan