LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat memperkuat kolaborasi dengan Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) DPW Labuan Bajo untuk membangun narasi (storytelling) sebagai strategi utama promosi destinasi pariwisata daerah tujuan wisata (DTW).
Penguatan narasi dinilai krusial untuk meningkatkan daya tarik dan kualitas pengalaman wisatawan di Labuan Bajo, yang saat ini berstatus Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Kepala Disparekrafbud Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, menegaskan bahwa narasi destinasi menjadi elemen penting dalam promosi pariwisata modern, karena tidak hanya menampilkan visual keindahan alam, tetapi juga mengangkat nilai sejarah, budaya, dan makna sebuah destinasi.
“Ini sejalan dengan konsep Pemkab Manggarai Barat karena narasi ini tentunya akan memikat, meningkatkan citra destinasi, dan memberikan informasi mendalam mengenai nilai budaya atau sejarah, bukan sekadar visual,” kata Stefanus Jemsifori di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (27/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Stefanus usai pertemuan silaturahmi dan diskusi kolaboratif antara Disparekrafbud Manggarai Barat dan jajaran pengurus PGWI DPW Labuan Bajo.
Menurut Stefan, keberadaan PGWI DPW Labuan Bajo dinilai sangat strategis dalam mendukung arah pembangunan pariwisata Manggarai Barat yang berkelanjutan.
Sejumlah kerja nyata PGWI, seperti inspeksi lokasi geowisata di Taman Indah Mangrove Teluk Terang (TIMT) serta Geocamp di Desa Wisata Warloka Pesisir, dinilai sejalan dengan visi pemerintah daerah.
“Tagline pak bupati dan wakil bupati di periode kedua itu ‘Membawa Uang Dari Laut ke Darat’, teman-teman PGWI sudah mulai menjawab dengan beberapa terobosan yang sudah disampaikan kepada saya hari ini yang sejalan dengan rencana kami membuka daya tarik baru, menata desa wisata plus menceritakan narasi DTW secara baik,” ungkap Stefan.
Ia menekankan, sebagai daerah DPSP, Manggarai Barat membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang tidak berhenti pada diskusi, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata.
“Kami harapkan kolaborasi ini tidak hanya dengan ngomong, diskusi saja mesti ada di tataran implementasi dan harapannya semangat yang ada hari ini tidak pernah berhenti, tidak pernah lekang oleh waktu, tetap tumbuh dan berkembang demi pariwisata Manggarai Barat,” ujarnya.
Pemkab Manggarai Barat juga mendukung penuh upaya PGWI DPW Labuan Bajo dalam mengembangkan geowisata, sehingga arus kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat di Taman Nasional Komodo, tetapi dapat menyebar ke berbagai DTW lain di Manggarai Barat, Pulau Flores.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemandu geowisata menjadi perhatian utama melalui pendidikan, pelatihan, seminar, hingga sertifikasi resmi.
“Karena pariwisata Manggarai Barat sekarang bukan pariwisata biasa-biasa saja, kelasnya super prioritas, tentu berbagai pelayanan di setiap elemen juga perlu profesional, oleh karena itu meningkatkan kualitas SDM itu sangat perlu terutama pemandu wisata sehingga dengan terobosan narasi destinasi yang digagas oleh teman-teman PGWI bisa menjadikan ini sebagai referensi bagi pemandu untuk bercerita kepada wisatawan tentang sebuah DTW yang dikunjungi,” kata Stefan.
Ketua PGWI DPW Labuan Bajo, Saverinus Guardi, menyambut positif komitmen Pemkab Manggarai Barat dalam memperkuat pengembangan geowisata. Ia menilai kolaborasi ini sebagai langkah awal yang strategis untuk meningkatkan kualitas narasi geowisata sekaligus profesionalisme pemandu.
“Kami sangat berterima kasih kepada Disparekrafbud Mabar atas dukungan kepada kami. Tentunya dengan semangat yang sama untuk pengembangan geowisata Labuan Bajo, kami akan terus menjalin kemitraan strategis,” kata Saverinus.
PGWI sendiri merupakan organisasi pemandu wisata dengan keahlian khusus di bidang geologi dan bentang alam, yang berfokus pada edukasi geologi, konservasi, serta budaya lokal di berbagai geosite.
Berdasarkan data Disparekrafbud Manggarai Barat, total kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo sepanjang tahun 2025 mencapai 500.008 orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 411.349 orang.
Dari jumlah tersebut, Balai Taman Nasional Komodo mencatat kunjungan wisatawan ke destinasi dalam kawasan TNK mencapai 432.022 orang, sementara 67.986 wisatawan tercatat mengunjungi DTW yang dikelola langsung oleh Pemkab Manggarai Barat.
Penguatan narasi geowisata melalui kolaborasi Pemkab Manggarai Barat dan PGWI DPW Labuan Bajo diharapkan menjadi fondasi penting bagi pengembangan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berkelas dunia di Labuan Bajo.**





Tinggalkan Balasan