“Kami meminta PB IKA PMII tidak gegabah. Jika tetap dipaksakan, Muswil ini berpotensi cacat prosedural dan mencederai marwah organisasi,” katanya.
Dedi juga memperingatkan adanya potensi sikap tegas dari sejumlah pengurus cabang apabila Muswil tetap dilaksanakan tanpa melibatkan seluruh unsur cabang dan alumni di NTT.
“Ini bukan sekadar soal forum, tetapi soal harga diri dan marwah organisasi ke depan,” pungkasnya.
Ketegangan menjelang Muswil IKA PMII NTT itu kini menjadi sorotan di kalangan alumni PMII di daerah. Sejumlah pihak berharap polemik tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka demi menjaga soliditas organisasi alumni di NTT.**
Halaman






Tinggalkan Balasan