LABUANBAJOVOICE.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melantik Zulfikar, S.Pd., Gr. sebagai Kepala SMK Muhammadiyah Golo Mori untuk periode 2026-2030, Sabtu (15/8/2026).
Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Manggarai Barat, Muhamad Arun, yang mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Zulfikar menggantikan Hamidin, S.Ag., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMK Muhammadiyah Golo Mori.
Prosesi pelantikan turut disaksikan oleh Korwas SMA/SMK, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Manggarai Barat, serta tokoh masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola dan keberlanjutan lembaga pendidikan, khususnya SMK Muhammadiyah Golo Mori.
Dalam sambutannya, Muhamad Arun menyampaikan sejumlah pesan kepada Zulfikar sebagai kepala sekolah yang baru dilantik.
Arun menekankan pentingnya menjaga kebersamaan sebagai modal utama dalam mengembangkan lembaga pendidikan.
“Jaga kebersamaan, karena itu salah satu modal untuk memajukan lembaga pendidikan,” kata Muhamad Arun.
Menurut dia, kemajuan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kepala sekolah, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh unsur di dalam maupun di sekitar lembaga pendidikan.
Karena itu, kepala sekolah diharapkan mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan para guru, tenaga kependidikan, persyarikatan Muhammadiyah, orang tua peserta didik, serta masyarakat sekitar.
Arun juga mengingatkan agar pengelolaan amal usaha Muhammadiyah, termasuk lembaga pendidikan, tidak terjebak pada persoalan yang dapat menghambat kemajuan organisasi.
Ia menyampaikan pesan yang disebutnya sebagai “3K”, yakni menghindari konflik, korupsi, dan sikap kolot atau tidak mengikuti perkembangan terbaru.
“Kalau mau amal usaha ini maju, jauhi 3K. Yang pertama hindari konflik, hindari korupsi, jauhi kolot (tidak ikut perkembangan terbaru). Pesan dari Prof. Abdul Mukti,” ujar Arun.
Pesan tersebut menjadi penekanan agar kepemimpinan baru tidak hanya berorientasi pada rutinitas administrasi, tetapi juga mampu membawa sekolah beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan pendidikan.
Bagi SMK Muhammadiyah Golo Mori, tantangan tersebut menjadi penting karena sekolah kejuruan dituntut mampu menyiapkan peserta didik dengan kompetensi yang relevan terhadap perkembangan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat.
Selain memberikan pesan kepada kepala sekolah baru, Arun juga mengajak tokoh masyarakat di sekitar sekolah untuk memberikan dukungan terhadap keberlangsungan SMK Muhammadiyah Golo Mori.
Dukungan masyarakat dinilai penting agar kepala sekolah bersama para guru dapat lebih fokus melakukan pembenahan terhadap pengelolaan lembaga pendidikan.
“Beri dukungan penuh terhadap keberlangsungan SMK Muhammadiyah Golo Mori, agar kepala sekolah dan para guru bisa fokus membenahi pengelolaan lembaga pendidikan,” kata Arun.
Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan sekolah tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosial di sekitarnya. Sekolah membutuhkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat untuk membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan dilantiknya Zulfikar untuk periode 2026-2030, kepemimpinan baru SMK Muhammadiyah Golo Mori diharapkan mampu memperkuat kebersamaan internal, meningkatkan tata kelola, mengikuti perkembangan pendidikan, serta membangun hubungan yang semakin erat dengan masyarakat.
Pergantian kepemimpinan ini juga menjadi momentum untuk memastikan SMK Muhammadiyah Golo Mori terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu memberikan manfaat bagi generasi muda di Golo Mori dan sekitarnya.**





Tinggalkan Balasan