Sejak hari itu, Margareta harus menjalani kehidupan baru sebagai seorang ibu yang membesarkan anak seorang diri.
Pendidikan Anak Jadi Prioritas
Di tengah kehilangan tersebut, persoalan masa depan anak menjadi perhatian utama Margareta.
Ia ingin memastikan putrinya tetap dapat bersekolah dan memperoleh pendidikan yang layak meskipun sang ayah telah tiada.
Karena itu, santunan JKM yang diterimanya tidak dipandang sekadar sebagai bantuan finansial.
Bagi Margareta, manfaat tersebut merupakan kesempatan untuk kembali menata kehidupan keluarganya.
“Jujur, saya ingin menggunakan santunan ini untuk kebutuhan anak saya ke depan. Sampai saat ini kami belum memiliki rumah sendiri dan masih tinggal di rumah kontrakan,” katanya.
Selain pendidikan anak, Margareta juga menyimpan satu harapan sederhana: memiliki rumah sendiri.
Selama ini, ia dan putrinya masih tinggal di rumah kontrakan. Rumah sendiri menjadi impian agar mereka memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
“Salah satu harapan saya adalah bisa memiliki rumah sendiri supaya kami mempunyai tempat tinggal yang layak,” sambungnya.





Tinggalkan Balasan