“Kebijakan Peraturan Daerah Manggarai Barat untuk menempatkan mulok ini sebagai bagian penting dari kurikulum, saya kira ini suatu putusan yang tidak hanya penting secara administratif, tetapi juga secara epistemologis,” pungkasnya.

FGD tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Gabriel Bagung, Kepala Bappeda Johanis Hani, Kepala Dinas PKO Agustinus Gias, Sekretaris Dinas PKO Gabriel Ferdy, para kepala bidang, kepala sekolah, pemerhati pendidikan, praktisi budaya, serta perwakilan orang tua siswa.

Forum ini menjadi ruang konsultasi publik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bahan ajar Muatan Lokal Budaya Manggarai yang disusun benar-benar relevan, kontekstual, dan dapat diterapkan secara efektif di sekolah-sekolah Manggarai Barat.**