“Saya sangat senang, ini sudah yang kedua kalinya saya bertemu dengan Pak Rektor untuk kegiatan seperti ini. Beliau hadir sendiri. Kita berikan apresiasi dan penghargaan karena beliau mau hadir di tengah kesibukan luar biasa mengurus ribuan mahasiswa,” ujar Weng.

Menurut Weng, kehadiran lima doktor sekaligus dalam forum penyusunan kurikulum berbasis budaya lokal merupakan momentum penting bagi dunia pendidikan di Manggarai Barat.

“Lima orang doktor datang sekaligus ke Manggarai Barat untuk membahas materi tentang Mulok Budaya Manggarai. Ini kesempatan yang sungguh luar biasa,” katanya.

Wabup menegaskan bahwa penyusunan bahan ajar Mulok Budaya Manggarai merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ia menilai forum tersebut belum sepenuhnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang relevan. Karena itu, Pemkab Manggarai Barat berencana menggelar forum serupa dengan cakupan peserta yang lebih luas.

“FGD ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam merumuskan bahan ajar yang kontekstual, relevan, dan berakar pada budaya lokal. Jika memungkinkan, kita cari waktu lagi untuk menggelar kegiatan yang sama dengan skala peserta yang lebih luas dan banyak,” tegasnya.