Mahfud mencontohkan perubahan sikap Presiden Prabowo yang dinilai lebih memperhatikan masukan masyarakat, termasuk dalam hal penyampaian pidato kenegaraan.

“Satu, kalau berpidato jangan banyak berimprovisasi, karena dari improvisasi pidatonya itu selalu menimbulkan masalah. Nah kemarin pidato Hari Kesaktian Pancasila kan baca teks. Nah aman kan, enggak ada komentar jelek. Lalu responsif lagi ketika Dadan Hindayana harus diganti,” ujarnya.

Meski mengapresiasi keputusan tersebut, Mahfud berharap pergantian Dadan tidak sekadar menjadi langkah politis tanpa penyelesaian substansi persoalan yang ada.

“Tapi mudah-mudahan bukan hanya manuver, lalu diganti di sini ditempatkan di sana lagi atau besok dipanggil lagi gitu, padahal itu bermasalah,” ujarnya.

Sementara terkait penunjukan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, Mahfud memilih belum memberikan penilaian.

“Engak tahu saya, saya enggak bicara orang, karena Bu Nani belum bisa dinilai sekarang,” tutupnya.

Pergantian pucuk pimpinan BGN terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola program gizi nasional serta pengawasan penggunaan anggaran negara.