Ia menegaskan kritik terhadap penunjukan Dadan sebagai Kepala BGN telah disampaikan sejak lama. Menurut Mahfud, keputusan Presiden Prabowo mengganti Dadan menunjukkan adanya respons terhadap berbagai masukan publik.

“Sehingga kita sudah lama protes, baru sekarang dikabulkan oleh Presiden. Dan ternyata di kantornya ada masalah korupsi yang didugakan oleh Kejaksaan. Ya toh kan? Kan saya sudah tiga bulan lalu sudah mengatakan itu harus diperiksa,” tegasnya.

Mahfud juga menyoroti pengelolaan anggaran di lingkungan BGN yang sebelumnya menjadi sorotan masyarakat karena dinilai kurang transparan.

“Anggaran sekian, dipermasalahkan oleh masyarakat, kok tidak ada laporan pertanggungjawabannya kepada masyarakat, tidak dibantah bahwa itu salah atau benar gitu. Nah sekarang meledak,” tambah Mahfud MD.

Dalam pandangannya, langkah pergantian pimpinan BGN menjadi indikasi bahwa Presiden Prabowo mulai lebih responsif terhadap berbagai kritik dan tuntutan publik.

“Jadi intinya apa? Pak Prabowo sekarang mulai responsif terhadap tuntutan masyarakat,” ungkap mantan calon wakil presiden tersebut.