Meski kedua tim memperoleh beberapa peluang, tidak ada gol yang tercipta hingga pertandingan memasuki waktu istirahat.
Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Kolang FC Menggila Setelah Turun Minum
Situasi berubah drastis pada babak kedua.
Kolang FC memperbaiki pola permainan dan meningkatkan intensitas kerja sama antar lini. Kombinasi antara lini tengah dan sektor sayap mulai berjalan lebih efektif.
Sebaliknya, daya serang Wae Mata FC mulai menurun. Stamina sejumlah pemain terlihat terkuras sehingga koordinasi permainan tidak lagi sekuat pada babak pertama.
Pertahanan Wae Mata FC yang dipimpin Mustaji sempat membuat lini depan Kolang FC kesulitan menembus pertahanan.
Namun, tekanan yang datang secara terus-menerus akhirnya membuat pertahanan Wae Mata FC mulai kehilangan konsentrasi.
Kolang FC membuka keunggulan pada menit ke-54 melalui Saverius Turut. Pemain tersebut berhasil memanfaatkan umpan dari sektor sayap kanan untuk mencetak gol pertama.
Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan.





Tinggalkan Balasan