Namun, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan dan belum merupakan kesimpulan akhir penyebab kecelakaan.

Benturan menyebabkan kondisi kapal memburuk dalam waktu relatif cepat. Dua kapal wisata yang berada di sekitar lokasi, KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran, kemudian memberikan pertolongan menggunakan sekoci.

Tim SAR Gabungan menerima laporan kecelakaan pada pukul 06.35 WITA. Sebanyak 21 personel lintas instansi dikerahkan bersama enam armada cepat untuk memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi.

Dalam proses tersebut, seluruh 19 orang di atas kapal, terdiri dari 13 wisatawan dan enam awak kapal, berhasil diselamatkan.

Leonardo menegaskan bahwa penyelamatan jiwa menjadi prioritas ketika petugas tiba di lokasi.

“Fokus utama kami saat menerima informasi adalah memastikan keselamatan seluruh jiwa di atas kapal. Tim langsung menyisir badan kapal untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam kabin maupun ruang mesin,” tegas Leonardo.

Setelah seluruh penumpang dievakuasi, polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.