“Ismail adalah anak yang lembut. Matang, tidak mudah meledak, tidak mudah marah, tidak mudah baper,” ujar KH Bachtiar Nasir di hadapan ribuan jemaah.

Ia mengingatkan bahwa banyak orang tua saat ini lebih fokus mengejar kesuksesan duniawi anak, namun lupa membentuk karakter dan ketakwaan.

Menurutnya, doa orang tua tidak cukup hanya meminta anak menjadi pintar dan berhasil, tetapi juga harus memohon agar anak tumbuh menjadi pribadi saleh, taat kepada Allah SWT, serta memiliki hati yang lembut.

KH Bachtiar Nasir menjelaskan, sosok anak yang “halim” adalah anak yang matang secara emosional, mampu menahan amarah, sabar menghadapi ujian, dan tunduk kepada Allah SWT.

Nilai itu, kata dia, harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan iman di lingkungan keluarga.

“Rumah harus menjadi benteng iman. Komunikasi orang tua dan anak jangan hanya soal perintah rutin, tetapi juga tentang salat, halal-haram, dan bagaimana mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan emosional antara orang tua dan anak melalui kasih sayang dan komunikasi dari hati ke hati.