LABUANBAJOVOICE.COM – Kebakaran lahan terbuka melanda kawasan perbukitan di sebelah utara Mohini Resort hingga mendekati Plataran Resort, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu, 27 Juni 2026.
Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 11 hektare lahan, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas milik masyarakat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias Ontong, mengatakan laporan kebakaran diterima melalui call center pada pukul 10.56 WITA dari salah seorang karyawan Mohini Resort.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpol PP melalui Bidang Penanggulangan Kebakaran langsung mengerahkan 15 personel di bawah komando Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran. Tim didukung satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai air.
“Begitu menerima laporan, kami segera mengerahkan personel dan armada untuk melakukan pemadaman serta pengendalian api agar tidak meluas ke kawasan lain yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun fasilitas pariwisata di sekitar lokasi,” kata Yeremias kepada media.
Tim pemadam tiba di lokasi pada pukul 11.11 WITA dan langsung melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik api yang berada di kawasan perbukitan.
Menurut Yeremias, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Namun, kondisi cuaca panas dan hamparan ilalang yang mengering diduga menjadi faktor yang mempercepat muncul dan meluasnya kobaran api.
“Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Akan tetapi, suhu udara yang tinggi serta vegetasi ilalang yang sangat kering diduga menjadi pemicu yang memperbesar risiko terjadinya kebakaran lahan terbuka,” ujarnya.
Dalam proses pemadaman, petugas juga memperoleh dukungan suplai air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta bantuan logistik berupa air minum dari karyawan Mohini Resort.
Koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat setempat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran sehingga api tidak menjalar lebih jauh ke kawasan wisata di sekitarnya.
Meski demikian, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Medan perbukitan dengan kemiringan lereng yang ekstrem menjadi kendala utama karena kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh titik kebakaran.
Selain itu, petugas juga menghadapi ancaman longsoran material berupa batuan, kayu, dan vegetasi yang terbakar dari bagian atas bukit yang berpotensi membahayakan keselamatan personel di lapangan.
Faktor angin turut memperumit situasi. Perubahan arah angin secara tiba-tiba menyebabkan api dengan cepat merambat ke bagian atas bukit mengikuti konveksi panas, sehingga memperluas area kebakaran dan menyulitkan upaya pembuatan sekat bakar.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim melakukan pemadaman secara manual dengan membuat sekat bakar melalui penebasan vegetasi di jalur rambatan api. Petugas juga menggunakan dedaunan dan kayu untuk memutus rantai bahan bakar alami agar kobaran api tidak terus meluas.
“Kondisi medan yang curam dan perubahan arah angin menjadi tantangan terbesar dalam operasi ini. Karena itu, personel melakukan pembuatan sekat bakar dan pemadaman manual untuk mengendalikan pergerakan api di lereng perbukitan,” kata Yeremias.
Upaya pemadaman dan pendinginan akhirnya berhasil dilakukan hingga seluruh titik api dapat dikendalikan. Setelah dilakukan pemeriksaan akhir dan lokasi dinyatakan aman, seluruh personel kembali ke markas pada pukul 16.20 WITA.
Data Satpol PP Manggarai Barat mencatat dampak kejadian meliputi terbakarnya lahan terbuka seluas kurang lebih 11 hektare serta munculnya kepulan asap tebal yang terlihat dari berbagai titik di sekitar Labuan Bajo.
Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan terhadap aset dan fasilitas masyarakat.
Yeremias mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau, terutama dengan tidak membakar sampah atau membuka lahan menggunakan api di area yang dipenuhi vegetasi kering.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di musim panas seperti sekarang ini. Pencegahan menjadi langkah paling penting agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.**





Tinggalkan Balasan