Selain itu, petugas juga menghadapi ancaman longsoran material berupa batuan, kayu, dan vegetasi yang terbakar dari bagian atas bukit yang berpotensi membahayakan keselamatan personel di lapangan.

Faktor angin turut memperumit situasi. Perubahan arah angin secara tiba-tiba menyebabkan api dengan cepat merambat ke bagian atas bukit mengikuti konveksi panas, sehingga memperluas area kebakaran dan menyulitkan upaya pembuatan sekat bakar.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim melakukan pemadaman secara manual dengan membuat sekat bakar melalui penebasan vegetasi di jalur rambatan api. Petugas juga menggunakan dedaunan dan kayu untuk memutus rantai bahan bakar alami agar kobaran api tidak terus meluas.

“Kondisi medan yang curam dan perubahan arah angin menjadi tantangan terbesar dalam operasi ini. Karena itu, personel melakukan pembuatan sekat bakar dan pemadaman manual untuk mengendalikan pergerakan api di lereng perbukitan,” kata Yeremias.

Upaya pemadaman dan pendinginan akhirnya berhasil dilakukan hingga seluruh titik api dapat dikendalikan. Setelah dilakukan pemeriksaan akhir dan lokasi dinyatakan aman, seluruh personel kembali ke markas pada pukul 16.20 WITA.