Selain menjadi ajang kompetisi, panitia juga menekankan pentingnya sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Saya harap semua peserta menjunjung tinggi sportivitas. Jangan sampai ada taunting berlebihan yang memicu konflik. Tunjukkan bahwa komunitas esport mampu bersaing secara sehat dan profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian Esport Indonesia (ESI) Manggarai Barat, Abdul Hamid, menyebut turnamen tersebut menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali ekosistem esport yang sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, minat masyarakat Manggarai Barat terhadap dunia game sangat besar, namun belum diimbangi dengan pembinaan organisasi yang berkelanjutan.
“Dengan momentum turnamen kali ini, saya mengajak seluruh komunitas untuk bersama-sama membangun Esport Manggarai Barat. Selama ini banyak peluang turnamen tingkat provinsi dan nasional yang belum bisa kita manfaatkan secara maksimal,” kata Hamid.
Ia berharap kolaborasi antara ESI dan Polri melalui Kapolri Cup dapat melahirkan atlet-atlet esport berprestasi yang mampu mengharumkan nama Manggarai Barat di tingkat yang lebih tinggi.





Tinggalkan Balasan