LABUANBAJOVOICE.COM – Sebuah kapal nelayan mengalami mati mesin di dekat perairan kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), tepatnya di sekitar Perairan Seraya, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu, 4 Maret 2026.
Empat nelayan di dalam kapal tersebut dilaporkan selamat setelah tim SAR bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Koordinator Kantor SAR Labuan Bajo, Arif, mengatakan insiden terjadi di sekitar perairan Seraya, berada diluar wilayah konservasi TNK yang dikenal memiliki arus cukup kuat saat cuaca memburuk.
“Kejadian di sekitar perairan Seraya,” ujar Arif kepada media.
Arif menjelaskan, dugaan lokasi kejadian kecelakaan kapal (LKK) berada pada koordinat 8°23’27.9″S 119°54’58.0″E dengan jarak 9,1 nautical mile (NM) dan heading 20,41 derajat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
“Kapal Nelayan berangkat dari Pelabuhan Marina, Labuan Badjo dengan tujuan ke Pulau Seraya,” ujarnya.
Kapal berukuran panjang sekitar 7 meter, berwarna putih dengan terpal biru. Di dalamnya terdapat empat orang nelayan.
Informasi awal diterima dari nelayan lain yang melaporkan adanya kapal mati mesin di tengah cuaca yang memburuk.
“Informasi dari nahkoda kapal bahwa kondisi cuaca buruk dan kapal mati mesin karena pipa minyak patah dan tidak bisa diperbaiki sehingga tidak bisa melanjutkan pelayaran,” jelasnya.
Mendapat laporan tersebut, personel Pos SAR Manggarai Barat langsung diberangkatkan menuju titik duga LKK untuk melaksanakan Operasi SAR.
Jarak lokasi sekitar 9,1 NM dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo, sehingga membutuhkan respons cepat mengingat kondisi cuaca di perairan TNK yang dinamis.
Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Pos SAR Manggarai Barat, TNI AL Labuan Bajo, KSOP Manggarai Barat, Polair Polda NTT, serta KKP Labuan Bajo.
Sejumlah alat utama dan peralatan SAR (alut dan palsar) turut dikerahkan, antara lain satu unit RIB 500 PK milik Pos SAR Manggarai Barat, satu unit Rapid Land, satu set peralatan SAR air, satu set peralatan medis, serta perangkat komunikasi (alkom).
Insiden ini kembali menegaskan pentingnya kesiapan teknis kapal nelayan sebelum melaut, terutama di kawasan strategis dan berarus kuat seperti perairan TNK.
Pemeriksaan rutin mesin dan komponen vital, termasuk pipa bahan bakar, menjadi faktor krusial untuk mencegah kejadian serupa.**





Tinggalkan Balasan